Type to search

UPT P2TP2A

SARASEHAN DALAM RANGKA PERINGATAN 16 HARI ANTI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN TAHUN 2018

Share

Sleman, 11 Desember 2018 – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana menyelenggarakan Sarasehan dalam rangka peringatan 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan dengan tema “Saatnya Laki-laki terlibat dalam Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan” bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman. Sebanyak 250 tamu undangan yang terdiri dari FPK2PA Kabupaten Sleman, Puskesmas, Bhabinkamtibmas, Kader PKDRT Desa dan 17 Kecamatan, serta lembaga pemerhati perempuan dan anak. Acara yang secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Sleman Ibu Dra.Hj.Sri Muslimatun,M.Kes berjalan lancar, dalam sambutanya Peringatan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Kabupaten Sleman dimulai sejak 25 November hingga 10 Desember. Selama kurun waktu tertentu, semua lapisan masyarakat bersama-sama melakukan kampanye anti kekerasan. Mulai dari aktivitas HAM hingga petugas penegak hukum. Karena dibutuhkan sinergi dari semua komponen untuk bergerak bersama dalam mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan,” ungkapnya.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sleman Dra.Tina Hastani,MM menuturkan, melalui sarasehan ini diharapkan mampu membangun kerjasama yang lebih solid, sebagai upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan. Selain itu juga memberikan informasi dan meningkatkan pengetahuan kepada masyarakat tentang peran laki-laki dalam gerakan penghapusan kekerasan terhadap perempuan. Melihat angka kekerasan di Kabupaten Sleman, di tahun 2018 sampai bulan November ini ada 380 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Angka ini turun dibanding tahun sebelumnya. Hanya saja dari segi kasus cukup mengerikan. Karena untuk korban dan pelaku di dominasi usia muda, dan 90 persen dari pelaku adalah laki-laki. Baik dalam ranah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) maupun seksual. Dibutuhkan sinergitas bersama guna mencegah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Pemerintah tentu tidak dapat bekerja sendiri. Dibutuhkan kerjasama dari lintas stakeholder. Pemerintah, swasta maupun yang lainnya. Setidaknya hal itu muncul dalam Sarasehan Dalam Rangka Peringatan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. Acara ditutup dengan Doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Fauzan Mustofa dari Kementerian Agama Kabupaten Sleman.

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *