Type to search

Berita Bidang P2KB

LAUNCHING MADRASAH SIAGA KEPENDUDUKAN DI MTS SUNAN PANDANARAN

Share

SLEMAN, 5 MARET 22. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sleman bekerjasama dengan MTs Sunan Pandanaran meluncurkan Madrasah Siaga Kependudukan (SSK) pertama di Kabupaten Sleman.

Peluncuran/launching  MSK secara resmi ditandai dengan pemukulan gong oleh   Wakil Bupati Sleman , Dra. Hj.Sri Muslimatun, MKes, Kamis  (05/3/2020) pagi.

Dalam amanatnya, Wakil Bupati Sleman memaparkan bahwa situasi dan dinamika kependudukan Indonesia saat ini sangat kompleks dan multidimensional. Merespons hal itu, diperlukan upaya yang sistematis dan komprehensif diantaranya dengan pendekatan regulasi.

Yaitu UU nomor 52/2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga mengamanatkan substansi program kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga (KKBPK).

Amanat UU nomor 52/2009 kemudian dijabarkan dalam PP nomor 87/2014 tentang perkembangan kependudukan, pembangunan keluarga, keluarga berencana, dan sistem informasi keluarga (SIGa). Lebih lanjut, aspek regulasi mengalami perubahan strategis dengan disahkannya UU nomor 23/2014 tentang pemerintahan daerah.

Lebih jauh, berdasarkan amanat UU nomor 52/2009, kata Muslimatun, maka BKKBN bersama Dinas P3AP2KB menjadi garda terdepan dalam menghadapi, merespons, dan mengelola isu-isu kependudukan di Sleman.

Dengan dukungan komitmen dari para pemangku kepentingan dan mitra kerja, BKKBN bersama Dinas P3AP2KB melaksanakan program KKBPK yang tidak semata untuk mengendalikan jumlah penduduk, namun  terutama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

“Pendidikan Kependudukan merupakan upaya terencana dan sistematis untuk membantu masyarakat agar memiliki pengetahuan, pemahaman dan kesadaran yang peduli kondisi generasi yang akan datang dengan memperhatikan timbal balik antara permasalahan kependudukan dan kualitas kehidupan sosial, ekonomi, kemasyarakatan dan lingkungan,” ujar Muslimatun.

Untuk itu, Muslimatun berharap, dengan adanya SSK tersebut dapat memberikan pemahaman kepada peserta didik terkait kependudukan. Terlebih, Sleman saat ini telah memasuki fenomena kependudukan yang disebut bonus demografi.

Bonus demografi adalah saat jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) proporsinya lebih dari 50 persen dibandingkan dengan kelompok usia non produktif (0-14 tahun dan > 65 tahun).

“Yang Bonus demografi inilah, bagaimana betul-betul bisa kita memberikan manfaat kepada yang tidak produktif,” lanjutnya.

Terakhir, Muslimatun pun menghimbau kepada para pelajar untuk menjadi agen perubahan agar dalam perkembangannya tidak tergerus oleh kemajuan zaman.

“Saya ucapkan terima kasih, yang dengan komitmen kita hari ini bisa kita tularkan kepada yang lainnya dan Insyaallah permasalahan kependudukan dapat kita selesaikan dengan baik dan ke depan negara kita akan menjadi negara yang kuat, yang siap dengan indeks pembangunan manusia,”

Sebelumnya launching diawali laporan Kepala MTs Sunan Pandanaran, Hj. Fany Rifcoh, bahwa keluarga besar MTs Sunan Pandanaran siap mendukung dan mewujudkan Madrasah Siaga Kependudukan, demikian pula Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Drs. Sa’ban Nuroni, juga siap mendukung dan bekerjasama dengan Dinas P3AP2KB dalam membentuk Madrasah Siaga Kependudukan di Kabupaten Sleman

Sebelum launching didahului dengan peninjauan Sekretariat PIK R dan Pojok Kependudukan MTs Sunan Pandanaran. Tamu undangan menyaksikan demo konseling dari konselor sebaya. Saat ditanya Wakil Bupati, bahwa kapan anak-anak akan menikah , dijawab saat umur 21 tahun dan akan sekolah sampai S3. Ibu Wabup mengacungkan jempol tanda bangga kepada santri.

 

 

Tampak hadir dalam peresmian MSK, Kepala Kantor Kemenag , perwakilan BKKBN DIY, Kepala Dinas PAP2KB, Camat Ngaglik, Dukuh Candi , Kapolsek, Danramil, Puskesmas, UPT Pelayanan Pendidikan dan Kepala Sekolah MTs Sunan Pandanaran beserta jajaran guru dan santri.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *