Type to search

Berita Bidang P2HA

Publik Hearing Raperda Penyelenggaraan Perlindungan Anak

Share

Bersama Yani Fathu Rahman, S.PdI, anggota DPRD Kabupaten Sleman, Dinas P3AP2KB menjadi Narasumber Publik Hearing Raperda Penyelenggaraan Perlindungan Anak di Balai Desa Sinduharjo Ngaglik Sleman pada Minggu lalu 19 Juli 2020. Publik Hearing yang diikuti oleh 50 orang peserta ini dimaksudkan untuk mendapat masukan dan penyempurnaan dari masyarakat terkait Raperda yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Sleman. Dalam sambutannya Yani Fathu Rahman menyampaikan bahwa sleman telah memiliki Perda Nomor 18 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak, tetapi perda itu baru mencakup perlindungan khusus saja, oleh karenanya Pemerintah Kabupaten Sleman menginisiasi Perda Perlindungan Anak yang lebih komprehensip. Sumarni, S.Sos, Kasi Pemenuhan Hak Anak menjelaskan bahwa Perda Penyelenggaraan Perlindungan Anak ini disusun dengan menggunakan pendekatan KLA yang meliputi 5 klaster yaitu klaster hak sipil dan kebebasan; lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif; kesehatan dasar dan kesejahteraan; pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan seni budaya; dan perlindungan khusus, dimaksudkan untuk memberikan perlindungan anak sleman secara komprehensip. Anak Sleman yang jumlahnya 1/3 dari jumlah penduduk sleman adalah generasi penerus bangsa. Mereka yang kelak akan menjadi pemimpin-pemimpin di Negeri ini. Oleh karenanya mereka harus terpenuhi hak haknya dan terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, perlakuan salah lainnya, agar mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan maksimal dan optimal menjadi generasi emas pada zamannya nanti. Untuk mewujudkan itu semua, maka diperlukan peran serta dari berbagai pihak yang diatur dalam Raperda ini. Dalam rangka upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak, sleman telah melaksanakan pengembangan Kecamatan Layak Anak, Desa Layak Anak, Sekolah Ramah Anak dan Puskesmas Ramah Anak.
Pada kesempatan tersebut juga hadir Nyadi Kasmorejo, praktisi dan pakar perlindungan anak dari YLPA Yogyakarta. Nyadi mengungkap berbagai fakta permasalahan anak yang ada di masyarakat. Hal tersebut dimaksudkan untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa urusan perlindungan anak menjadi kewajiban kita bersama. Sebagai penutup Yani menyampaikan, satu hal yang membanggakan bagi kita dari Raperda ini adalah pasal 23, setelah perda ini nanti disahkan maka akan dilaksanakan Pengembangan Tempat Ibadah Ramah Anak, Rencananya Masjid Agung Sleman akan menjadi percontohan pertama sebagai Masjid Ramah Anak. Semoga ke depan Masjid menjadi tempat yang menyenangkan bagi anak-anak, sehingga mereka senang datang ke Masjid, harap Yani saat mengakhiri kegiatan publik hearing (siepha)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *