Type to search

Artikel Berita Bidang KKK Wajib Dimumumkan Serta Merta

SOSISALISASI PROGAM BANGGA KENCANA BERSAMA MITRA KERJA DI SLEMAN

Share

       Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta (BKKBN DIY) menyelenggarakan sosialisasi tentang pembangunan keluarga berencana (Bangga Kencana) di Balai Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Cangkringan Kabupaten Sleman, Senin (16/11).
Kepala Perwakilan BKKBN DIY Ukik Kusuma Kurniawan mengatakan kegiatan diikuti 100 orang peserta dan 50 orang tamu undangan ini salah satu agendanya adalah pembagian paket sembako dan Penyiapan Kehidupan Bekeluarga bagi Remaja (PKBR) Kit atau media informasi seputar penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja.

“Ada sebanyak 180 paket sembako dan PKBR Kit yang dibagikan dengan rincian 100 paket untuk wilayah Kabupaten Sleman utamanya di Kapanewon Cangkringan yang terdiri dari PPKBD, Sub PPKBD, Komunitas Jeep, Kelompok Seni Remaja, Pokdarwis, PIKR Masyarakat, PIKR Sekolah, BKR Argomulyo, BKR Karangpakis, BKR Bulaksalak, BKR Besalen, BKR Grogol dan MOP.

Menurut dia, sebanyak 80 paket lainnya disebar di empat Kabupaten/Kota lainnya.
Pembagian paket sembako dan PKBR Kit ini dilakukan secara simbolis kepada lima orang perwakilan penerima sembako untuk wilayah Kabupaten Sleman dan empat orang perwakilan tiap masing-masing wilayah kabupaten/kota.
“Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini diharapkan para remaja atau terhubung dengan remaja khususnya di Kapanewon Cangkringan mendapat gambaran terkait bagaimana cara membangun keluarga kecil yang berkualitas..

Sedangkan Bupati Sleman Sri Purnono dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen untuk mewujudkan masyarakat Sleman yang lebih sejahtera, mandiri, berbudaya dan terintegrasikannya sistem E-government menuju Smart Regency pada Tahun 2021.
“Visi Kabupaten Sleman ini dapat diwujudkan dengan meningkatkan derajat hidup masyarakat, yang diawali dengan membangun dan mewujudkan keluarga yang produktif, berkualitas, serta sejahtera,” katanya.

Menurut dia, program ini mempunyai arti yang sangat penting dalam upaya mewujudkan manusia Indonesia sejahtera, disamping program pendidikan dan kesehatan.
“Saat ini apabila kita melihat realita di sekitar kita, ada kasus-kasus dimana dampak dari hubungan seksual pranikah yang akhirnya menyebabkan kehamilan yang tidak diinginkan. Kemudian diikuti efek negatif yang berantai, seperti status kesehatan fisik yang rendah, stres, malu, drop out dari sekolah. Hingga, anak yang dilahirkan mengalami keterlambatan perkembangan intelektualitas dan juga masalah sosial lainnya,” katanya.

Sekretaris Utama BKKBN RI Tavip Agus RIyanto mengatakan, penyiapan PKBR atau edukasi terhadap generasi remaja pranikah sangat penting. Karena generasi masa depan yang unggul dapat diwujudkan salah satunya melalui pembinaan calon orang tua, supaya bisa lebih bertanggung jawab dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
“Seperti pendidikan seksual yang mungkin dulu dianggap tabu. Tapi sekarang sudah era sudah berubah. Jika tidak ada pengarahan atau pendidikan tentang seksual, yang ada nanti malah penyimpangan perilaku seksual,” katanya.

Ia mengatakan bahwa ancaman bagi generasi remaja adalah stunting. Maka para remaja juga harus mendapatkan pembinaan terkait pencegahan bayi stunting, demi mewujudkan generasi masa depan yang berkualitas dan berdaya saing.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *