Type to search

Berita Bidang P2KB

Unmet Need Sleman Terendah di DIY

Share

Unmet need KB di Kabupaten Sleman per Desember 2020 sebesar 7,95 %. Capaian angka ini cukup menggembirakan, karena selama ini Kabupaten Sleman melalui Dinas P3AP2KB sebagai pengampu urusan KB telah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan angka unmet need antara lain melakukan bakti sosial peayanan KB, mengintensifkan advokasi dan KIE kepada masyarakat serta pihak terkait. Unmet need KB merupakan kebutuhan PUS untuk ber KB tetapi kebutuhan tersebut (tidak ingin anak lagi atau ingin anak tunda) tidak terpenuhi dan tidak memakai alat kontrasepsi. Angka 7,95 % yang dicapai Kabupaten Sleman merupakan yang terendah di antara kabupaten/kota di DIY. Rata-rata angka unmet need DIY per Desember 2020 sebesar 9,04 %.

Penurunan angka unmet need hingga mencapai 7,95 % di Kabupaten Sleman ini merupakan keberhasilan para Penyuluh KB beserta kader KB lini lapangan di masing-masing kapanewon. Adapun untuk angka unmet need di Kapanewon Gamping sebesar 7,50 %, Kapanewon Godean 8,45 %, Kapanewon Moyudan 6,63 %, Kapanewon Minggir 6,51 %, Kapanewon Seyegan 8,22 %, Kapanewon Mlati 8,41 %, Kapanewon Depok 8,41 %, Kapanewon Berbah 6,67 %, Kapanewon Prambanan 7,00 %, Kapanewon Kalasan 6,27 %, Kapanewon Ngemplak 6,98 %, Kapanewon Ngaglik 7,58 %, Kapanewon Sleman 10,85 %, Kapanewon Tempel 8,11 %, Kapanewon Turi 8,70 %, Kapanewon Pakem 8,55 % dan Kapanewon Cangkringan sebesar 9,80 %. Dengan melihat data masing-masing kapanewon tersebut, masih ada beberapa kapanewon yang angka unmet neednya masih di atas rata-rata kabupaten. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas P3AP2KB dan pihak terkait untuk mengupayakan lagi penurunan angka unmet need.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *