Type to search

Berita Bidang P2KB

Launching PK21 Keluarga Bupati dan Wakil Bupati Sleman Didata Perdana

Share

Kamis, 1 April 2021 Pendataan Keluarga Tahun 2021 (PK21) dimulai secara serentak di seluruh wilayah Republik Indonesia, termasuk di Kabupaten Sleman. Menandai hari pertama pelaksanaan PK21 ini, Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman melakukan launching dengan mendata keluarga Bupati dan Wakil Bupati Sleman. Untuk pendataan kepada keluarga Bupati, dilakukan oleh kader pendata padukuhan Beran Lor dilaksanakan pukul 10.00 WIB, sedangkan keluarga Wakil Bupati didata oleh kader pendata padukuhan Beran Kidul pada pukul 11.00 WIB. Kedua kader pendata tersebut merupakan warga di Kalurahan Tridadi, Kapanewon Sleman. Adapun metode pendataan menggunakan smartphone. Turut mendampingi kader pendata dalam kegiatan ini antara lain Kepala Dinas P3AP2KB, Panewu Sleman, Lurah Tridadi, Dukuh Beran Lor, Penyuluh KB Kapanewon Sleman dan Supervisor PK21 Kalurahan Tridadi.

Secara umum, target sasaran keluarga di Kabupaten Sleman dalam PK21 ini sebanyak 321.558 keluarga, dengan rincian metode formulir sebanyak 23.007 keluarga dan metode smartphone sebanyak 298.551 keluarga. Untuk pendata yang dikerahkan sebanyak 2.214 kader pendata yang merupakan kader di masing-masing padukuhan dengan latar belakang antara lain dari kader KB, kader kelompok kegiatan, kader kesehatan, kader posyandu, PIK R dan lain-lain. Semua kader pendata telah mendapatkan orientasi PK21 dan pada saat melaksanakan tugas dilapangan juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Di samping itu, masing-masing kalurahan terdapat satu orang supervisor yang bertugas untuk mengorganisasi, mengelola, membina dan mengawasi kader pendata serta memastikan data yang terkumpul di tingkat kalurahan telah benar dan lengkap.

Pendataan Keluarga tahun ini memiliki paling tidak tiga urgensitas yang memang sangat penting untuk laksanakan. Yang pertama adalah penyediaan data keluarga, sebagai parameter utama dalam menyediakan data keluarga by name by address untuk dipergunakan dalam penetapan sasaran, intervensi dan optimalisasi operasional Program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di lapangan. Kedua, Evidenced Based Policy maksudnya kepentingan penetapan kebijakan, perencanaan, pengendalian, dan pemantauan oleh pengelola dan pelaksana program di semua tingkatan. Ketiga, pemanfaatan data keluarga secara luas untuk program pembangunan terkait lainnya. Pada saat kader pendata mengunjungi keluarga yang didata, mereka akan menanyakan beberapa pertanyaan dengan tiga indikator sebagai garis besarnya. Tiga indikator inilah yang merupakan isi dari PK21 yaitu Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga serta ditambah satu suplemen indikator yaitu tentang stunting. Nantinya dari pengukuran indikator-indikator tersebut akan diperoleh angka-angka yang menunjukkan indikator kinerja utama antara lain TFR, CPR, Unmetneed, ASFR, Indikator Pembangunan Keluarga (i Bangga) dan Median Usia Kawin Pertama Perempuan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *