Type to search

Berita Bidang PP

Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang bagi Karang Taruna

Share

Sleman, 11 Juni 2021

Upaya perlindungan Perempuan dan Anak di Kabupaten Sleman telah dilakukan melalui berbagai strategi mulai sosialisasi peraturan yang ada, pembuatan Perda, melengkapi sarana dan fasilitas UPTD PPA, PUSPAGA dan lain sebagainya. Korban kekerasan pada perempuan dan anak di Kabupaten Sleman jenisnya mulai beragam dan jumlahnya terus meningkat. Data dari FPK2PA menunjukkan angka KDRT tahun 2017 berjumlah  298 kasus dan tahun 2018 naik menjadi 301 kasus yang korbannya terbanyak pada perempuan dan anak perempuan. Tidak menutup kemungkinan kedepannya akan merambah ke Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), mengingat adanya bonus demografi maka jumlah penduduk usia produktif mendominasi dan persaingan kerja juga semakin ketat, hal ini bagi yang tidak memiliki ketrampilan yang memadai cukup dirasakan oleh sebagian orang. Sehubungan kurangnya pengetahuan dan pendampingan orang tua menyebabkan anak menjadi kurang hati-hati dalam mencari kerja sehingga menjadi korban TPPO.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana mengadakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Perdagagangan Orang pada tanggal 11 Juni 2021 di Kapanewon Berbah. Narasumber dari Polres Sleman dan Unit Pelayanan Teknis Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT BP2MI) Yogyakarta. Peserta berasal Perwakilan karang taruna  Kabupaten dan perwakilan karang taruna dari 17 Kapanewon. Harapanya karang taruna bisa ikut berperan dalam pencegahan tindak pidana perdagangan orang dan kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan keluarga, teman sebaya maupun organisasi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *