Type to search

Berita Bidang PP

Sosialisasi Tindak Pidana Perdagangan Orang di Kapanewon Tempel

Share

Sleman, 7 Juni 2021

Upaya perlindungan Perempuan dan Anak di Kabupaten Sleman telah dilakukan melalui berbagai strategi mulai sosialisasi peraturan yang ada, pembuatan Perda, melengkapi sarana dan fasilitas UPTD PPA, PUSPAGA dan lain sebagainya. Korban kekerasan pada perempuan dan anak di Kabupaten Sleman jenisnya mulai beragam dan jumlahnya terus meningkat. Data dari FPK2PA menunjukkan angka KDRT tahun 2017 berjumlah  298 kasus dan tahun 2018 naik menjadi 301 kasus yang korbannya terbanyak pada perempuan dan anak perempuan. Tidak menutup kemungkinan kedepannya akan merambah ke Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), mengingat adanya bonus demografi maka jumlah penduduk usia produktif mendominasi dan persaingan kerja juga semakin ketat, hal ini bagi yang tidak memiliki ketrampilan yang memadai cukup dirasakan oleh sebagian orang. Sehubungan kurangnya pengetahuan dan pendampingan orang tua menyebabkan anak menjadi kurang hati-hati dalam mencari kerja sehingga menjadi korban TPPO.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana mengadakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Perdagagangan Orang pada tanggal 7 Juni 2021 di Kapanewon Tempel. Narasumber dari Polres Sleman dan Unit Pelayanan Teknis Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT BP2MI) Yogyakarta. Peserta berasal dari unsur Kapanewon, petugas entry data kekerasan, Kalurahan, Kader PKDRT Kapanewon/Kalurahan, Satgas PPA Desa, Perwakilan Dukuh dan Perwakilan karang taruna.

Tindak lanjut dari kegiatan ini adanya koordinasi dengan Pengadilan Agama dan Dinas terkait mengenai adanya Surat Izin Menikah yang dimintakan kepada Psikolog Puskesmas sebagai persyaratan untuk anak yang akan menikah dibawah umur.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *