Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana {P3AP2KB} Kabupaten Sleman mengembangkan sekolah siaga kependudukan tingkat SMP/sederajat

Kepala P3AP2KB Kabupatn Sleman, dr. Mafilindati Nuraini, MKes  mengatakan sekolah siaga kependudukan adalah sekolah yang nantinya akan menyampaikan  materi-materi yang menyangkut BANGGA KENCANA (Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana}. Materi tersebut nantinya akan diintegrasikan ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan melalui Pojok Kependuukan dan kegiatan ekstrakurikuler

“Jadi sekolah siaga kependudukan ini tujuannya untuk mengenalkan kepada pelajar tentang wawasan BANGGA KENCANA. Banyak materi yang disiapkan,termasuk merencakan sebuah keluarga,” katanya, Kamis  (15 oktober 2O2O). Sekolah siaga kependudukan, merupakan salah satu bentuk keprihatinan pemerintah karena masih adanya pernikahan di usia remaja.Dengan adanya sekolah siaga kependudukan, diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada pelajar, untuk memikirkan masa depan mereka.

“Menikah itu harusnya umur 25 untuk laki-laki dan 21 untuk perempuan. Dengan siaga kependudukan, harapannya anak sudah mulai berpikir, bahwa untuk menikah harus sudah bekerja,menempuh pendidikan. Supaya apa? Supaya nanti bisa menjadi keluarga yang berkualitas. Dan nantinya melahirkan generasi berencana,” bebernya.

Dinas P3AP2KB Kab Sleman melakukan sosialisasi Pengembangan Sekolah SIaga Kependudukan tingkat SMP/sederajat kepada sekolah menengah pertama di Kabupaten Sleman sebagai pengembangan di tahun 2O2O. “Tentu tidak bisa semua sekolah, harus dilakuan secara bertahap. Supaya nanti anak-anak kita menjadi generasi berencana,” tutupnya.

Adapun peserta sosialisasi dari SMP N3 GAMPING, SMP N 2 GODEAN, SMP N 2 MOYUDAN, SMP MUH 2 MINGGIR, MTS N 1 SLEMAN, SMP N 3 MLATI, SMP N 1 DEPOK, SMP N 3 BERBAH, SMP N 4 PRAMBANAN, SMP N1 KALASAN, MTS N 3 SLEMAN, SMP N2 NGAGLIK, SMP N 5 SLEMAN, SMP N 2 TEMPEL, SMP MUH TURI, SMP N 3 PAKEM, SMP SUNAN KALIJOGO.

Kepala SMP N 2 Pakem, Tri Worosetyaningsih, sebagai narasumber menyampaikan Implementasi Sekolah Siaga Kependudukan dan cara mengintegrasikan materi BANGGA KENCANA ke Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di sekolah . Pada kesempatan tersebut juga disampaikan pembentukan Pojok Kependudukan sebagai upaya penyampaian materi BANGGA KENCANA melalui kegiatan ekstrakurikuler oleh Yusuf Prasetyo, Kasubid Kerjasama Pendidikan Kependudukan.