Persoalan kependudukan seringkali lolos dari pembelajaran sektor formal maupun informal. Dinas PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK, PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA Kabupaten Sleman menggelar sosialisasi Rumah Data Kependudukan dan Informasi Keluarga bagi Pokja Kampung KB dan Penyuluh KB {13-14 Oktober 2O2O}
Kepala P3AP2KB Sleman, dr. MAfilindati Nuraini, M.Kes yang hadir langsung dalam sosialisasi tersebut menjelaskan, program BANGGA KENCANA beserta kegiatannya, serta menyampaikan jorgan OPD tentang pendewasaan usia perkawinan, yaitu #2125 dan DUWE IJAZAH SARJANA DHISIK LAGI IJABZAH
Pendirian Kampung KB bertujuan untuk mengatasi permasalahan lingkungan dan Kependudukan sehingga mendukung tercapainya program Bangga Kencana (Pengembangan Keluarga dan Keluarga Berencana).
“Kalau dulu Kampung KB artinya Kampung Keluarga Berencana, kalau sekarang Kampung KB artinya Kampung Keluarga Berkualitas,” jelasnya pada Selasa (13 Oktober 2O2O).
Mafilindati Nuraini berharap Kampung KB tidak berdiri sendiri. Justru ia meminta Kampung KB dapat bekerjasama dengan Dinas dinas lainnya. “Jangan sampai hanya KB saja nggeh, harapannya kampung ini mampu berhasil, mengkolaborasikan semua program yang ada dalam rangka memang meningkatkan kesejahteraan warganya,” jelasnya.
Selanjutnya Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dra. Dwi Wiharyanti, MSi, menyampaikan materi Rumah Data Kependudukan dan Informasi Keluarga bagi pokja Kampung KB. Adapun materi sbs
Keberadaan rumah data digunakan untuk mendukung berbagai kebijakan kependudukan. “Harapannya sekarang itu kita-kita ini care dengan kependudukan,” jelasnya.
Bahwa saat ini Rumah Data Kependudukan berbasis desa , sehingga cakupannya akan lebih luas dan akan lebiih meningkatkan pemanfaatan data bagi kesejahteraan masyarakat, jelasnya.

