Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sleman mengukuhkan 10 Duta Anak Kabupaten Sleman tahun 2021, acara yang digelar secara virtual pada hari Kamis, 18 Februari 2021 bertempat di ruang aula lantai 3 Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman tersebut dihadiri oleh Arif Kurniawan, S.Ag., M.H. Wakil Ketua DPRD dan Ani Martanti, S.T. Ketua Komisi A DPRD sebagai narasumber dalam acara tersebut. Ibu Ani sebutan akrab Ani Martanti, S.T. memberi paparan materi dengan tema “Aku dan Masa Depanku” dan pak Arif memberikan pesan kepada 10 Duta Anak yang terpilih untuk bisa menjadi Role Model pergaulan yang positif.  Joko Supriyanto Plt Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat yang hadir sebagai pengukuh Duta Anak menyampaikan pemilihan duta anak ini dilatarbelakangi kepedulian tentang pentingnya menumbuhkembangkan perilaku anak di masa pandemi Covid-19. Tujuannya agar anak tetap produktif dan berkreasi. Acara ini disaksikan langsung oleh Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Anak, Perempuan dan Pemuda, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Femmy Eka Kartika Putri. Sebelum dikukuhkan ke sepuluh Duta Anak menyampaikan Suara Anak Sleman yang disusun saat berlangsungnya acara Temu Hati Anak Sleman Tahun 2021 yang digelar pada 15 dan 16 Februari 2021, isi Suara Anak Sleman sebagai berikut : (1) Kami anak Sleman mengharapkan adanya peningkatan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya KIA bagi anak dan pemberian timbal balik atas kepemilikan KIA secara langsung terhadap anak, (2) Kami anak Sleman mengharapkan pemerintah bekerjasama dan berkolaborasi dengan pihak swasta untuk mengetatkan sistem terkait internet yang tidak sesuai dengan usia anak seperti pornografi dan hoax. (3) Kami anak Sleman mengharapkan pemerintah Kabupaten Sleman mendorong keluarga untuk terlibat dalam pendampingan belajar anak dengan membuat kontrak belajar anak antara orangtua dan anak. (4) Kami anak Sleman mengharapkan adanya peningkatan skill parenting orang tua tentang kesehatan mental anak dalam upaya pengoptimalan fungsi dari ruang konsultasi anak dan keluarga. (5) Kami anak Sleman menginginkan pemerintah memperluas kawasan tanpa rokok serta bekerjasama dengan dinas terkait untuk pengurangan dan pengolahan sampah secara merata. (6) Kami anak Sleman mengharapkan kedepannya pemerintah menggencarkan terkait seks edukasi, pencegahan kenakalan remaja, serta napza untuk orang tua dan anak dengan penindakan yang tegas terhadap permasalahan tersebut. (7) Kami anak Sleman menginginkan jaminan pendidikan anak sampai SMA/sederajat. (8) Kami anak Sleman menginginkan pemanfaatan fasilitas yang ada termasuk ruang digital sebagai sarana pendidikan, berekspersi, dan kegiatan budaya. (9) Kami anak Sleman mengaharapkan fasilitas, akses dan pendampingan psikologis terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK) agar berani dan percaya diri untuk bersosialisasi dengan masyarakat luas. (10) Kami anak Sleman mengharapkan adanya edukasi, tempat pengaduan dan perlindungan serta pengawasan bagi korban kekerasan dan anak-anak yang berhadapan dengan hukum sampai tingkat RT. Setelah membacakan Suara Anak Sleman kesepuluh Duta Anak di kukuhkan secara bergantian oleh Joko Supriyanto, Femmy Eka Kartika Putri, Ani Martanti, S.T., Arif Kurniawan, S.Ag., M.H. dan dr. Mafilindati Nuraini, M.Kes Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman. Kesepuluh Duta Anak antara lain : (1) Isnaini Yogiana, (2) Titis Bagus Prasojo (3) Ridwan Hidayat Saputra (4) Regi Aziz Muslim (5) Reizinta Kanigara (6) Muhammad Syarifuddin Ubadah (7) Syifa Khumairah Pradanti (8) Dimas Surya Pamungkas (9) Muhammad Al Kahfi (10) Samudra Irfan Al Fauzan. Ibu Linda panggilan akrab Kepala Dinas P3AP2KB menuturkan, tujuan kegiatan tersebut yaitu untuk melatih anak-anak Sleman untuk mengenali permasalahan dan pemenuhan hak anak di lingkungannya. “Kegiatan ini juga untuk mendorong anak-anak Sleman untuk mampu menyampaikan aspirasinya. Juga berpartisipasi dalam proses pembangunan serta meningkatkan kapasistas Forum Anak sebagai pelopor dan pelapor pemenuhan hak anak,” jelasnya. Rangkaian acara mulai dari Temu Hati Anak dan Pengukuhan Duta Anak dengan protokol kesehatan secara ketat ini berlangsung lancar dan tertib. (siepha)