Sleman, Kamis Pon 12 Mei 2022
Bertempat di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sleman (DP3AP2KB). 9 orang rombongan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Banjarmasin dengan pimpinan rombongan Iwan Fitriadi selaku Kepala Dinas, disambut kedatnganya dalam rangka Kunjungan Kaji Tiru terkait pembelajaran dalam pelayanan perempuan dan anak dalam pelaksanaan di Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA).
Dengan disambut langsung oleh Drs. Suyudi, MM selaku Sekretaris Dinas dan beberapa jajaran yang terkait dalam UPTD PPA. Dengan narasumber utama Kepala UPTD PPA Kabupaten Sleman yaitu Sumarni, S.Sos.
Dalam paparanya Sumarni menjelaskan asal mula dan perjuangan dalam pembentukan dan pelaksanaan pelayanan peremuan dan anak dalam UPTD, dan sedikit menginforamsikan pencapaian-pencapain UPTD PPA Kabupaten Sleman sebagi penyemangat kepada para rombongan DP3A Kota banjarmasin yang baru merintis pelayanan perempuan dan anak dalam UPTD PPA.
Dalam sesi tanya jawab, beberap peserta dari DP3A Kota Banjar tidak hanya bertanya terkait pelaksanaan pelayanan perepmuan dan anak, beberapa ada yang mencurahkan suka dukanya dalam merintis pelayanan yang menemui banyak kendala dan rintangan. Salah datu yang disorot dalam curahan mereka adalah ditegurnya Dinas mereka oleh DPRD Kota Banjarmasin karena tingkat kasus kekerasan perempuan dan anak semakin meningkat. “ini UPTD PPA bisa kerja gak ni, ko kasus banyak yang meningkat” ungkap Kepala UPTD PPA Kota Banjarmasin dalam menceritakan ketika ditegur DPRD Kota Banjarmasin.
Dalam menjawab Sumarni di bantu Dra. Sri Budiyatiningsih, M.Si selaku Kepala Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak (P2HA). Bidang P2HA membawahi Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga) yang berkorelasi juga dengan pelayana perempuan dan anak.
Sumarni dan Sri Budi secara kompak saling melengkapi jawaban-jawaban dari pertanyaan para peserta. Sumarni dan Sri Budi juga bercerita tentang bagaimana perjuangan dalam merintis pelayana perempuan dan anak yang banyak menemui banyak kendala dan rintangan. Mulai dari kendala keterbatasanya jumlah personil sampai terpentok regulasi birokrasi, yang mereka harus memeras tenaga dan pikiran untuk sedemikian rupa tidak sampai melanggar regulasi dan birokrasi yang berlaku.
Dalam kunjunagan ini diharapkan Dinas P3ApAKB selaku tuan rumah dan rombongan tamu DP3A Kota banjarmasin bisa saling berbagi ilmu dan menyemangati dalam pelayanan PPA. Dinas P3ApAKB ini tidak menggurui, hanya berbagi ilmu, pengalaman dan saling mencurahkan suka duka selama ini melakukan pelayanan, agar bisa saling mengambil pelajaran dan hikmah didalamnya.

