
Sleman — Perwakilan BKKBN DIY menyelenggarakan Internalisasi Pengasuhan Balita dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting pada Masyarakat di Kalurahan Bangunkerto Kapanewon Turi, Selasa (4/4). Kegiatan bertema “Perempuan Cerdas Anak Sehat untuk Percepatan Penurunan Stunting” ini menyasar keluarga berisiko stunting di wilayah Kalurahan Bangunkerto.
Kegiatan yang dibalut dalam Gerakan Kasih Ramadhan ini merupakan kolaborasi BKKBN DIY dengan berbagai pihak. Diantaranya Badan Pengurus Daerah Asosiasi Kelompok UPPKS (BPD AKU), BAZNAS, Rumah Zakat DIY, dan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (BIDDOKKES) POLDA DIY.
Acara ini dihadiri Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara selaku Ketua BPD AKU, Kepala Perwakilan BKKBN DIY Shodiqin, S.H.,M.M., DP3AP2KB Kabupaten Sleman, Satgas Stunting, Perwakilan Panewu Turi, Lurah Bangunkerto, Biro Tata Pemerintahan, dan Penyuluh KB Kapanewon Turi.
Kegiatan Internalisasi Pengasuhan Balita dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting kepada Masyarakat bertujuan untuk memberikan Komunikasi Informasi dan Edukasi kepada masyarakat khususnya keluarga berisiko stunting tentang upaya yang harus dilakukan dalam pengasuhan di 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Lurah Bangunkerto H. Anas Makruf menyambut hangat kegiatan ini. Dalam sambutannya, Lurah menyampaikan dukungan Kalurahan Bangunkerto dalam penurunan angka stunting.
“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Insyaallah Kalurahan Bangunkerto mendukung penuh target indeks stunting dari Pemerintah,” ujarnya.
Paparan Materi Sasar Keluarga Berisiko Stunting
Dalam acara ini, disampaikan beberapa materi oleh narasumber yang telah dihadirkan. GKR Bendara menyampaikan materi dan motivasi mengenai Ibu Cerdas Bayi Sehat. Pada kesempatan itu, GKR Bendara berpesan agar para ibu selalu bijak dalam pengasuhan.
“Jangan hanya memprioritaskan anak laki-laki daripada perempuan, semua punya kesempatan yang sama. Anak anak perempuan kita ini yang akan menjadi ibu, harus lebih pintar,” tegasnya.
Lebih lanjut, GKR Bendara berpesan agar ilmu yang didapatkan peserta hari ini dapat disampaikan kepada tetangga terdekat.
“Getok tular apa yang disampaikan oleh narasumber kita hari ini. Semakin cepat kita menangani, semakin cepat anak kita keluar dari potensi stunting,” tandasnya.
Materi lain yaitu Pentingnya 1000 HPK dalam Pencegahan Stunting yang disampaikan oleh Dr. Yuni Hastutiningsih, S.KM., M.Kes., dan Nutrisi Penting dan Pengolahan Makanan Bagi Ibu Hamil dan Bayi oleh Dinas Kesehatan Sleman.
Dapatkan Pemeriksaan Gratis dan Bantuan Pangan

Sebanyak 60 peserta yang terdiri dari ibu hamil dan keluarga yang memiliki baduta dengan risiko stunting ini mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis oleh Tim Pelayanan Kesehatan BIDDOKKES Polda DIY. Kegiatan diakhiri dengan penyerahan bantuan pangan oleh BAZNAS dan Rumah Zakat DIY.
Kepala Perwakilan BKKBN DIY Shodiqin, S.H.,M.M. berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan keluarga berisiko stunting dan mitra kerja tentang pengasuhan 1000 hari pertama kehidupan yang berkaitan dengan pencegahan penurunan stunting.
“Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama lintas sektor. Kami ucapkan terima kasih kepada para narasumber dan peserta pada kegiatan ini. BKKBN sebagai lembaga pemerintah berharap agar indeks stunting semakin menurun sehingga kita dapat mewujudkan generasi emas,” harapnya.

