Tempel, 8 Agustus 2023 – Balai Penyuluhan KB Kapanewon Tempel melalukan pendampingan Program Pemberian 2 Telur Sehari bagi keluarga berisiko stunting. Pemberian 2 telur sehari diberikan oleh keluarga sasaran dimulai dari ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia dibawah 2 tahun. Kategori sasaran merupakan dari keluarga yang tidak mampu, keluarga tergolong 4T (Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Dekat, dan Terlalu Banyak), maupun dari keluarga dengan kepemilikan sanitasi yang kurang, kepemilikan jamban, dan sumber mata air yang kurang baik. Kapanewon Tempel merupakan salah satu dari tiga kapanewon di Kabupaten Sleman yang mendapatkan kesempatan untuk memperoleh bantuan ini dari Paniradya yang bekerjasama dengan BKKBN DIY maupun Dinas Koperasi. Program akan berjalan selama 4 bulan kedepan dengan total terdapat 125 sasaran di wilayah Kapanewon Tempel yang memperoleh bantuan 2 telur sehari ini.

Alasan mengapa dilakukan Pemberian Protein hewani melalui telur ini karena perkembangan anak sangatlah ditentukan pada 1000 HPK kehidupan sampai dengan dengan anak berusia 5 tahun, karena pada periode ini anak mengalami pertumbuhan yang sangat cepat. Ibu hamil harus banyak makan. Porsi makan ibu hamil harus lebih banyak dari pada sebelum hamil, kalau biasa makannya 1 potong ikan, saat hamil harus makan 2 potong ikan. Karena janin sangat membutuhkan asupan protein hewani agar anak yang dilahirkan kelak tidak mengalami Stunting. Telur banyak protein hewani dan asam amino esensial yang sangat bagus bagi perkembangan anak. Untuk mencegah stunting, anak bisa diberikan dua porsi makanan tinggi protein hewani setiap hari, bisa berupa kombinasi antara telur dan ikan, telur dan ayam atau ikan dan ayam atau daging. Penyulih KB juga meminta kepada ibu-ibu Kader Posyandu dan TPK, apabila turun ke padukuhan untuk selalu melihat grafik perkembangan balita di buku KIA. Jangan sampai jatuh di garis merah. Atau jangan sampai naik berat badannya sedikit. Tidak hanya itu kita juga rutin mengecek status imunisasinya, apakah sudah lengkap atau tidak, ada pergi ke Posyandu tidak, anak-anaknya ada mendapatkan makanan dengan gizi seimbang apa tidak, ada konsumsi sayur dan buah apa tidak karena ini penting untuk menjamin generasi ke depan menjadi generasi yang sehat.