Sleman Selasa Pon 19 September 2023
Bertempat di Kalurahan Sidoluhur Kecamatan Godean Kabupaten Sleman, Wakil Bupati Danang Maharsa, SE mewakili Bupati Sleman di dampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kab.Sleman (DP3AP2KB) Wildan Solichin, S.IP, MT beserta Hernawan Zudanto, SE Lurah Sidoluhur. Dalam moment ini Kalurahan Sidoluhur berkesempatan menjadi nara sumber dalam Webinar Nasional Sesi 5 “Praktek Baik Kelurahan Bebas Stunting”
Diawali dengan sambutan dari Bupati Sleman Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo yang diwakilkan oleh Danang selaku Wakilnya, sambutan tersebut menyapa beberapa tokoh dan Instansi Nasional diantaranya: Ka BKKBN RI dan segenap jajarannya, Kemenko Pmk, Setwapres, Kemendagri, Kemenparekraf, Kemenppa, Kemenkes, Kemendikbud, Kemendes Pdtt, Kemenag, Kemensos, Bappenas, Kominfo, seluruh Peserta Webinar beserta lapisan masyarakat yang hadir.
Melalui Danang, Kustini menyampaikan selamat dan mengapresiasi atas keberhasilan kinerja Pemerintah Kalurahan Sidoluhur bersama TPPS Kalurahan dalam upaya percepatan penurunan stunting. Apa yang dilakulan Kalurahan Sidoluhur merupakan aksi nyata dlm mewujudkan konvergensi dalam upaya percepatan penurunan stunting. Penggerakan semua unsur yg ada di wilayah, kebijakan dlm pengalokasian anggaran, pendataan dan identifikasi resiko stunting, serta pendampingan dalam intervensi melalui program dan kegiatan yg terpadu dan kolaboratif, nyata memberikan hasil penurunan stunting secara signifikan di Kalurahan Sidoluhur.
Dimana Prevalensi stunting berdasarkan e-PPGBM pada tahun 2020 sampai dengan smester 1 tahun 2023 berturut-turut sebagai berikut : tahun 2020 sebesar 21,50%; tahun 2021 sebesar 15,24%, tahun 2022 sebesar 8,68%, sampai dengan tahun 2023 pada semester pertama adalah 1,87%. Sementara di Kabupaten Sleman dari sumber data yg sama tahun 2022 prevalensinya sebesar 6,88% dan smester 1 th 2023 sebesar 6,3%.
Kalurahan Sidoluhur merupakan salah satu dari 3 kelurahan yang masing-masing mewakili 3 bekas wilayah pembantu bupati (Tuti) di Kabupaten Sleman. Ini merupakan salah satu wujud komitmen Pemerintah Kabupten Sleman dlm upaya percepatan penurunan stunting, yakni dengan membentuk percontohan kelurahan bebas stunting di setiap bekas wilayah tuti di Sleman.
Semua praktek baik yg dilakukan oleh Kalurahan Sidoluhur dan wilayah-wilayah lain akan selalu kami dorong untuk bisa direplikasi di kelurahan-kelurahan lain di Kabupaten Sleman, sehingga akan berdampak yang signifikan dalam upaya percepatan penurunan stunting.
Meskipun jika dibandingkan dengan prevalensi stunting nasional pd tahun 2022 dr SSGI, Sleman sudah 15%, sedangkan nasional 21%. Namun akan tetap kami upayakan untuk memperkecil prevalensi stunting di Kabupaten Sleman. Hal ini sudah menjadi komitmen pemerintah Kabupaten Sleman untuk menangani secara serius, masif, integratif, dan kolaboratif,
Harapanya Kabupaten Sleman dan juga seluruh masyarakat Indonesia bisa menekan angka stunting sampai ke zero, karena zero stunting merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas SDM ke depan dalam mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045.

