
Tempel, 5 September 2023 – Balai Penyuluhan KB Kapanewon Tempel mengadakan Pertemuan Monev Pencatatan dan Pelaporan Konvergensi Stunting Kapanewon Tempel. Monitoring dan evaluasi oleh Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kapupaten Sleman yang juga turut hadir dalam pertemuan ini:
Panewu, Kepala Puskesmas Tempel I & II, Pengurus TP PKK Kalurahan, KUA Kapanewon Tempel, Pengurus IBI Ranting, satuan TPPS Kapanewon Tempel, TPK Kapanewon Tempel, Danramil Kapanewon Tempel, Kapolsek Tempel, dan Penyuluh KB Kapanewon Tempel.
Dalam sambutannya disampaikan oleh Bapak Agung Dwi Maryoto, S.H., M.Si. selaku Panewu Tempel. “Kapanewon Tempel merupakan kapanewon dengan tingkat kemiskinan terbanyak juara 3 besar, tapi untuk stunting 3 terendah. Dibantu oleh Paniradya 6,5 M. 20 unit, 50jt untuk RTLH. Seta bantuan padat karya dengan pemanfaatan tanah kas kalurahan. Di Kalurahan Banyurejo juga merupakan Desa entrepeneur (pengolahan bebek). Dalam penanggulangan stunting mendapat bantuan program pemberian telur bagi keluarga berisiko stunting Bulan Agustus-November dan memberikan PMT dan Posyandu dengan anggaran lebih dari 80jt.”
Materi pertama disampaikan oleh Bapak Danang Maharsa, S.E., selaku narasumber, “Orang miskin tidak berpengaruh signifikan pada stunting. Masih ada anggapan bahwa orang miskin itu mesti stunting padahal tidak demikian. Biasanya anak strata menengah ke atas tidak mau kalau anaknya dikatakan stunting. Masalah tidak bisa diselesaikan oleh Pemda namun juga harus dibantu oleh stakeholders di luar pemda. Stunting membutuhkan kesabaran, tidak bisa diselesaikan 1 atau 2 bulan. Namun butuh ketlatenan. Jadi jangan bosan untuk mengatasai masalah itu. Setelah itu permasalahan stunting nanti dilakukan FGD dan meminta bantuan dari Perguruan Tinggi untuk selanjutnya diberikan masukan dan diskusi untuk penanganan tahun 2024. Agar tidak mikir sendiri sehingga nantinya lebih optimal. Sehingga harapannya dapat maksimal.”
Pemaparan materi kedua mengeai Laporan Percepatan Penurunan Stunting di Kapanewon Tempel disampaikan oleh Bapak Muhammad Widiharto, S.Gz. selaku Kepala Puskesmas Tempel II: “Beberapa program yang sudah dilaksanakan dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kapanewon Tempel antara lain: Pendampingan Bumil KEK; Pendampingan Bumil Anemi; Pendampingan Bumil berisiko tinggi; Kelas Ibu Balita; Pendampingan balita bermasalah gizi dan balita stunting; Mengaktifkan kehadiran balita ke posyandu, dan Pemenuhan PMT dengan asupan protein hewani. Sedangkan upaya intervensi sensitif pencegahan stunting di Kapanewon Tempel melalui kegiatan Peningkatan Akses Pangan dan Gizi, yaitu memudahkan masyarakat dengan akses bantuan kalurahan khusus bagi keluarga yang tidak mampu; Peningkatan penyediaan air minum dan sanitasiyang aman dan layak; Peningkatan akses dan kualitas pelayanan gizi dan kesehatan, dengan memudahkan masyarakat untuk ber KB, kepemilikan jaminan kesehatan, juga penerima bantuan PKH.” Harapannya dengan adanya pertemuan monitoring dan evaluasi TPPS ini dapat menekan angka kasus stunting di Kapanewon Tempel.

