Tempel, 20 September 2023 – Penyuluh Keluarga Berencana Kapanewon Tempel menghadiri pertemuan rutin Kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) Cemara Padukuhan Ngentak, Kalurahan Pondokrejo. Turut hadir dalam pertemuan ini Kepala Dinas P2AP2KB Kabupaten Sleman Bapak Wildan Solichin, S.I.P., M.T. bersama staf PPTK Bidang K3 Bapak Muhammad Daroji, S.K.M., M.P.H. Kegiatan berlangsung dengan antusias peserta yang banyak terdiri dari keluarga yang mempunyai lansia beserta lansia dengan kelompok usia: a)Kelompok lansia dini (55 – 64 tahun), merupakan kelompok yang baru memasuki lansia. b)Kelompok lansia (65 tahun ke atas). c)Kelompok lansia resiko tinggi, yaitu lansia yang berusia lebih dari 70 tahun di Padukuhan Ngentak.

Dalam sambutannya Bapak Wildan Solichin, S.I.P., M.T. menyampaikan materi mengenai Perawatan Jangka Panjang Lansia. Makin bertambah usia seseorang makin banyak mengalami permasalahan fisik, mental, spiritual, ekonomi dan sosial. Salah satu permasalahan yang sangat mendasar pada lanjut usia adalah masalah kesehatan akibat proses degeneratif, hal ini ditunjukkan oleh data pola penyakit pada lanjut usia. Berdasarkan RISKESDAS tahun 2013, penyakit terbanyak pada lanjut usia adalah hipertensi, osteo atritis, stroke, masalah gigi–mulut, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan diabetes mellitus (DM). Selain itu dengan bertambahnya usia muncul berbagai gangguan seperti gangguan pendengaran, gangguan melihat, gangguan mengingat , depresi, mudah jatuh , dan sebagainya. Munculnya berbagai penyakit tersebut di atas, yang tidak lepas dari penurunan kemampuan fungsionalnya akibat kapasitas intrinsik yang menurun dengan bertambahnya usia.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa lansia cenderung memiliki berbagai penyakit, kerentanan dan disabilitas, sehingga memerlukan perawatan jangka panjang. Oleh karenanya dibutuhkan pendamping /care giver dengan keterlibatan profesional keperawatan kesehatan dengan peran dan spesialisasi yang berbeda dalam perawatan Lansia, serta diperlukan pendamping yang mampu memberi pendampingan dalam kehidupan sehari hari. Untuk perawatan jangka panjang berbasis keluarga, anggota keluarga mempunyai peran penting sebagai care giver.

Untuk memberikan pemahaman dan keterampilan bagi anggota keluarga yang mempunyai lansia, pembinaan Ketahanan Keluarga Lansia dan Rentan melalui pengelolaan kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku serta keterampilan keluarga dalam membina dan mensejahterakan keluarga Lansia menjadi sangat penting, dan diharapkan dapat menjadi wahana belajar bagi keluarga untuk meningkatkan kepedulian peran aktif keluarga.