Sabtu, 27 April 2024 – Bertempat di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Penduduk, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman, telah dilaksanakan Workshop Edukasi Gizi dan Pencegahan Anemia bagi Fasilitator Sebaya Kabupaten Sleman dengan tema “Implementasi Nyata Genre Cegah Stunting” atau disingkat menjadi “Ini Genting”.

Ibu Sekertaris Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman, Sri Budiyantiningsih, mengungkapkan bahwa “Kegiatan Workshop ini berdasar pada amanat PERPRES Nomor 72 Tahun 2021 Tentang  Percepatan  Penurunan Stunting dan Peraturan BKKBN RI Nomor 12  Tahun 2021 Tentang RAN Pasti Tahun 2021-2024 mengamanatkan untuk menjadikan remaja sebagai sasaran dalam percepatan penurunan stunting melalui peningkatan akses informasi dan edukasi serta pemberian tablet tambah darah”. Beliau menambahkan “Melalui kebijakan tersebut pemerintah ingin memastikan remaja putri menerima layanan pemeriksaan status anemia (hemoglobin) dan mengonsumsi Tablet Tambah Darah/TTD yang pada 2024 cakupannya ditargetkan mencapai 58 persen”.

Maksud dari dilaksanakannya pertemuan ini adalah memberikan pelatihan bagi Fasilitator Sebaya untuk peningkatan kualitas gizi dan pencegahan anemia pada remaja, khususnya dalam upaya pencegahan kasus stunting di Kabupaten Sleman. Workshop ini diadakan dengan tujuan meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan ketrampilan remaja dalam memilih makanan sehat serta mengatasi anemia, sebagai langkah konkrit dalam menurunkan angka kasus stunting.

Pelaksanaan Workshop dilakukan selama 2 hari dengan menggunakan metode tatap muka di Aula Dinas P3AP2KB (pada hari Sabtu) dan daring melalui Zoom Meeting (pada hari Minggu). Kegiatan ini dihadiri oleh Dinas P3AP2KB, Forum Genre se-Sleman, serta Kelompok PIK-R se-Sleman.

Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga (K3), Muhammad Daroji, mengatakan “Perlu upaya untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya gizi bagi kesehatan tubuhnya (para remaja), sikap kritis terhadap asupan makanan-minuman yang mereka konsumsi, serta mempraktikkannya dalam perilaku sehari-hari”. Beliau juga mengatakan “Mengingat remaja sangat dipengaruhi teman sebayanya (peer gorup), maka upaya peningkatan pemahaman, kesadaran, sikap kritis, dan perilaku positif terkait gizi dan pencegahan anemia dilakukan dengan pendekatan peer to peer (dari remaja kepada teman sebayanya)”.

 

Penulis  : Tenaga Administrasi TPPS Kab. Sleman