MLATI, 12 November 2024. Paparan disampaikan oleh Panewu Mlati terkait program penanganan stunting di kapanewon Mlati. Jumlah balita perkalurahan di Kapanewon Mlati yaitu Kalurahan Sinduadi 1695 balita, sendangadi 1017 balita, tlogoadi 754 balita, tirtoadi 600 balita, dan sumberadi 874 balita. Prevalensi stunting 3.8 kapanewon Mlati di bawah angka prevalensi kabupaten 4.41. Jumlah stunting di puskesmas mlati I sebanyak 104 balita sedangkan puskesmas mlati II 84 balita. Bayi BBLR di Kapanewon Mlati I sebanyak 5.74% (29 balita) dan Mlati II sebanyak 7.16% (28 balita). Prevalensi angka stunting kalurahan tertinggi di kapanewon mlati yaitu kalurahan tirtoadi sebesar 4.17. Capaian baksos KB KBMKJP sebanyak 214. Saran untuk TPPS Kabupaten yaitu penetapan perda kawasan bebas asap rokok, fasilitasi anggaran untuk pembuatan jamban keluarga resiko stunting, penganggaran reward program KB untuk ibu yang mempunyai balita stunting, penguatan kelas pola asuh balita, dan kunjungan bersama pada lokus yang banyak terdapat balita stunting.

Paparan disampaikan oleh Pjs Bupati Sleman, Kusno Wibowo S.T., M.Si. Beliau menyampaikan materi terkait Monev TPPS Kapanewon. Zero stunting agar tidak ada penambahan stunting baru. TPPS dapat bersinergi dan bekerja sama dengan seluruh komponen dalam menyukseskan percepatan penrunan stunting di Kabupaten Sleman. Beliau memberikan apresiasi para kapanewon Mlati dengan prevalensi 3.8 walaupun masih 188 balita stunting. Sekecil apapun nilai stunting tetap harus ditangani. Beliau menghimbau untuk seluruh sasaran agar dapat mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik. Pemberian tambahan gizi dan Tablet Tambah Darah (TTD) dapat sampai ke anak dan diminum. Berdasarkan hasil AKS, stunting terjadi karena pemberian MP-ASI yang tidak tepat. TPPS diharapkan dapat merubah pola budaya makan pada anak sehingga anak dapat mengonsumsi makanan yang seimbang tidak mengonsumsi cemilan dan minuman manis. Menanggapi pernyataan Panewu Mlati perda kawasan tanpa asap rokok sudah diusulkan ke DPRD namun tidak ada yang menerima perda tersebut. Namun demikian Pemerintah Kabupaten Sleman tetap mengusahakan untuk mengajukan kembali pada tahun 2025. Mari mewujudkan zero stunting

Paparan disampaikan oleh Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman, Wildan Solichin, S.IP., M.T. Beliau menyampaikan materi terkait Monev TPPS Kapanewon. Angka prevalensi stunting kapanewon Mlati 3.8. Prevalensi secara nasional DIY preringkat 5 terendah. Data SKI sleman dari tahun 2022 hingga 2024 yaitu 16; 15; dan 12.4. OrientSi kedepan yaitu mengedukasi masyarakat karena tingkat kepahaman orang tua yang tidak tau tentang stunting di kapanewon Mlati sebesar 6.6%. Penyebab stunting di kabupaten Sleman tahun 2024 Ibu hamil KEK 16.5%, KTD 4.8%, Tidak ada JKN 20.75%, BBLR 14.2%, prematur 5.7%, asupan kurang 73.3%, tidak imunisasi 1.9%, penyakit penyerta 4,1%, lingkungan merokok 63.5%, ketersediaan air bersih 0,3%, tidak memiliki jamban sehat 0.8%, kecacingan 0,7%.