Pasar Sleman menjadi salah satu dari 1016 pasar tradisional se-Indonesia yang dijadikan tempat pelayanan program Keluarga Berencana, guna mendukung program Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, pada Rabu (26/02/2025). Bertempat di Pintu Pasar Sleman Unit I, Tim Kerja Pembinaan Keluarga Berencana, Penyuluh Keluarga Berencana, Petugas Lapangan Keluarga Berencana, dan Kader menyampaikan sosialisasi KB dan Kespro baik untuk pengunjung pasar maupun pedagang.
Pelayanan program KB di pasar tradisional serentak se-Indonesia ini dibuka oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Wihaji secara daring. Dalam sambutan virtualnya, Wihaji menyampaikan program ini adalah semangat dari Kementerian untuk melakukan pendekatan pelayanan ke lokasi berkumpulnya warga. “Kedepan acara pelayanan KB ini akan dilanjutkan pada tanggal 21 April 2025 bertepan Hari Kartini” ungkap Wihaji.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Wildan Solichin menjelaskan bahwa acara ini dikemas dalam sosialisasi komunikasi, advokasi, dan informasi bagi pasangan usia subur. “Pelayanan KB untuk masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi bagi masyarakat terutama pasangan usia subur, bahwa KB itu mudah dan gratis, bisa dikonsultasikan terlebih dahulu KB apa yang pas digunakan, tidak perlu takut,” kata Wildan.
Penulis: Bidang P2KB.

