Sleman, 12 Agustus 2025 – Bahwa Pembangunan diberbagai bidang diharapkan hasilnya dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, namun meskipun telah banyak kemajuan pembangunan yang dicapai, kesenjangan gender masih dijumpai disetiap wilayah. Indikator yang dipakai untuk mengukur pelaksanaan pengarusutamaan gender adalah akses, partisipasi, kontrol dan manfa’at (APKM) masyarakat laki-laki dan perempuan secara adil dalam pembangunan. Untuk mencapai kesetaraan tersebut perempuan harus diberdayakan agar memiliki bargaining position. Budaya patriarkhi masih melekat disebagian masyarakat di Kabupaten Sleman dan kurangnya SDM yang perempuan yang memahami isu kesetaraan dan keadilan gender, hal ini yang melatar belakangi perempuan menjadi korban kekerasan.

Alat ukur untuk menilai keberhasilan keadilan dan kesetaraan gender antara lain IPG dan IDG. Indeks Pembangunan Gender (IPG)  Kabupaten Sleman tahun 2022 mencapai 96,36 dan 2023nya 96,40. Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) 2022 mencapai 81,65 dan 2023 nya 79,94. IPG maupun IDG Kabupaten Sleman sudah cukup tinggi dibanding IPG tingkat DIY maupun nasional.

Sementara Layanan peningkatan kapasitas partisipasi  perempuan diberbagai bidang belum ada. Hal ini dibuktikan dengan :

  • Masih tingginya angka kekerasan yang menimpa perempuan,
  • Partisipasi perempuan dibidang politik belum mencapai target,
  • Sumbangan pendapatan perempuan juga masih rendah.

Hal ini bila dibiarkan maka kualitas SDM akan turun, perempuan tidak memiliki daya tawar, ketimpangan gender meningkat, angka IPM, IPG dan IDG akan turun. Sehingga perlu adanya terobosan inovasi yang didukung dari semua pihak baik dari Perangkat Daerah, Lembaga, Organisasi, masyarakat maupun perguruan tinggi.

Agenda pembanguan nasional  bertujuan mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing, mempunyai arti bahwa sumber daya manusia Indonesia harus sehat, cerdas, adaptif, inovatif, terampil, dan berkarakter. Untuk mencapai tujuan tersebut, kebijakan pembangunan manusia, salah satunya diarahkan pada peningkatan kualitas perempuan.

Berbagai terobosan inovasi dilakukan di Kabupaten Sleman salah satunya  Layanan peningkatan kapasitas partisipasi  perempuan diberbagai bidang melalui PUTARAN SUMRINGAH (Pusat Pembelajaran Perempuan Semua Merasa Riang Menggapai Harapan).

Dengan hadirnya PUTARAN SUMRINGAH di Dinas P3AP2KB harapannya perempuan dididik untuk dapat berperan di berbagai bidang, mampu menjadi pendamping perempuan yang memahami issue kesetaran dan keadilan gender di wilayah yang pada akhirnya perempuan bermanfaat bagi dirinya, keluarga dan masyarakat sekitarnya.

Kelas dilaksanakan selama 10 kali pertemuan

No Waktu Materi Penanggung jawab
Selasa, 12 Agustus 2025
1. 08.00 – 08.15 Registrasi Peserta Panitia
2. 08.15 – 08.30 Pembukaan Panitia
3. 08.30 – 08.40 Laporan Penyelenggaraan Panitia
4. 08.40 – 08.50 Sambutan, Pengarahan dan pembukaan Kepala Kepala Dinas P3AP2KB
5. 08.50 – 09.00 Pre Test  Panitia
6. 09.00 – 10.00 Mengenal dan Mengelola Potensi Diri untuk Membangun komitmen bersama Astadaya Consulting
7 10.00 – 10.15 Coffee Break Panitia
8. 10.15. – 12.30 1.    Program Pengendalian penduduk dan KB

2.    Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA)

3.    Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak

4.    BKB, BKR, BKL dan Sekolah Lansia

Bidang KB

Bidang PP

Bidang P2HA

Bidang K3

9. 12.30 – 12.45 Rencana pembelajaran selanjutnya Panitia
10. 12.45 Penutup Panitia