Depok, Selasa 14 Oktober 2025 – Balai KB Kapanewon Depok Melaksanakan Sosialisasi Gerakan Ayah Sayang Anak (GASA) dalam rangka Kegiatan Pokok Pikiran (POKIR) DPRD Kabupaten Sleman. Kegiatan ini dihadiri oleh bapak Ali Imron, S.Pd dari DPRD, bapak Toto Suharto, S.KM, M.Kes dari DP3AP2KB, ibu Dr. Retno Hendariningrum, M.Si dari TP PKK Kabupaten Sleman, Carik, Kamituwo, PKB, PLKB dan Sasaran yaitu ayah dan calon ayah di Kalurahan Condongcatur. Kegiatan ini dilaksanakan di kalurahan Condongcatur.

Materi pertama disampaikan oleh bapak Ali Imron, S.Pd dari DPRD Kabupaten Sleman mengenai Gerakan Ayah Sayang Anak (GASA). Program ini di latarbelakangi atas fenomena fatherless yang secara umum merujuk pada kondisi di mana seorang anak tidak memiliki atau kurang mendapatkan peran dan kehadiran ayah dalam kehidupan mereka, baik secara fisik (karena perceraian, kematian, atau ayah pergi meninggalkan keluarga) maupun psikologis (ayah hadir tetapi tidak terlibat dalam pengasuhan). Oleh karena itu, para ayah yang memiliki anak usia dini, remaja usia 10-14 tahun dan belum menikah, atau calon ayah, sebisa mungkin ikut terlibat aktif dalam pengasuhan anak, pendampingan remaja dan pra remaja untuk menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis, sehta, dan seimbang menuju keluarga yang berkualitas.Aktifitas – aktifitas bersama yang dapat dilakukan untuk membangun komunikasi dan kedekatan ayah dan anak yaitu dengan meluangkan waktu untuk mengantar sekolah, menemani bermain dan belajar, bepergian bersama anak dan melakukan hobi.

Materi selanjutnya disampaikan oleh bapak Toto Suharto, S.KM, M.Kes perwakilan dari DP3AP2KB mengenai 8 Fungsi Keluarga untuk mencegah fenomena fatherless, membangun kedekatan dan komunikasi ayah dengan anak serta membentuk keluarga berkualitas. Materi terakhir disampaikan oleh ibu Dr. Retno Hendariningrum, M.Si selaku TP PKK Kabupaten Sleman mengenai Pengasuhan Positif untuk membangun masa depan anak yang cerah dengan menerapkan prinsip pengasuhan, membangun strategi pengasuhan, membimbing anak untuk mengembangakan potensi dan kecerdasan anak secara positif.