Sleman, 28 April 2026 – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Advokasi Peningkatan Partisipasi Bidang Sosial dan Ekonomi pada Selasa (28/4/2026) di Ruang Rapat Srikandi Dinas P3AP2KB Sleman. Kegiatan ini diikuti oleh 15 peserta yang merupakan korban kekerasan yang terdata di UPTD PPA Sleman.
Kegiatan dibuka oleh Ibu Anik Widaryanti, S.P., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan advokasi tersebut. Beliau berharap kegiatan ini dapat memberikan tambahan keterampilan, meningkatkan semangat, serta menumbuhkan rasa percaya diri peserta dalam mengembangkan potensi diri.
Pada sesi inti, narasumber dari IWAPI Sleman menyampaikan materi mengenai peluang sederhana untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan perempuan. Narasumber menekankan bahwa setiap perempuan memiliki kesempatan untuk bangkit dan mandiri dengan terus mengasah potensi yang dimiliki.
Peserta juga mendapatkan wawasan mengenai pemanfaatan barang-barang sederhana yang sudah tidak terpakai, seperti sisa kain batik, potongan kain jeans, dan kain lurik, yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Salah satu contoh yang diperkenalkan adalah pembuatan aksesori berupa kalung dari kain lurik yang memiliki nilai jual dan dapat menjadi peluang usaha rumahan.
Selain pemaparan materi, peserta diajak mengikuti praktik langsung pembuatan kalung kain lurik dengan pendampingan dari narasumber. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat dikembangkan sebagai upaya meningkatkan kemandirian ekonomi.
Kegiatan berlangsung dengan antusias dan interaktif. Para peserta aktif mengikuti setiap tahapan praktik serta berdiskusi mengenai peluang pengembangan produk kerajinan yang dapat dipasarkan. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan kebersamaan seluruh peserta dan penyelenggara.
Melalui kegiatan advokasi ini, diharapkan para peserta semakin termotivasi untuk mengembangkan keterampilan yang dimiliki, meningkatkan kepercayaan diri, serta membuka peluang usaha yang dapat mendukung kesejahteraan diri dan keluarga.

