Persiapkan Kampung KB di Bangunrejo, Merdikorejo
Sleman, (20-01-2016) : Pertemuan Trikomponen pertama di Tahun 2016 di Puskesmas Tempel I berlangsung istimewa. Pasalnya Camat Tempel, Wildan Solichin, S.IP, MT bersama Kasi Kesmas Kecamatan Tempel, Tri Akhmeriyadi, S.IP, Msi berkenan menghadiri pertemuan tersebut. Dalam pertemuan tersebut, Kepala Puskesmas Tempel I, Sri Subiyantun W, S.Si.T,M.Kes menyampaikan ucapan terima kasih atas keterlibatan semua pihak dalam proses akreditasi Puskesmas Tempel I pada akhir tahun 2015 kemarin. “Kita dipuji karena koordinasi dan kerjasama Lintas Sektor yang selama ini sudah berjalan baik, “tegas Kepala Puskesmas,”sekaligus saya mohon pamit mengingat per 1 Februari 2016 nanti sudah pensiun.”
Sekalipun, sudah menjelang akhir masa tugas, beliau tetap bersemangat memastikan kerjasama kader, PKB, Puskesmas dan pemerintah desa maupun kecamatan bisa terus berjalan. “Target PA Puskesmas Tempel I sebesar 84% baru tercapai sebesar 83 koma sekian. Ini membutuhkan kerjasama kita lebih lanjut agar bisa minimal mencapai target,” pinta ibu berkacamata ini.
Dalam pertemuan ini, PKB menyampaikan capaian kesertaan KB baru dan berbagai informasi lain. Sampai dengan Bulan Desember 2015, capaian KB baru di wilayah Puskesmas Tempel I (Desa Mororejo, Margorejo, Lumbungrejo, dan Merdikorejo berdasarkan data F/II/KB) adalah sebagai beriktu : IUD = 63 (350%), MOW = 4, MOP = 2 , Implan = 18 (94%), Kondom = 5 (29,4%), Suntik = 211 (108%), Pil = 19 (5%). Total KB baru di wilayah Puskesmas Tempel I = 320 akseptor mix kontrasepsi (51,9%).
Melihat dari data di atas, di satu sisi memang belum mencapai target. Sekalipun berbagai usaha penyuluhan, KIE, penjaringan, penberian motivasi bahkan pelaksanaan bakti sosial IUD Implan pun sudah dilaksanakan. Ke depan, Kasi Kesmas Kecamatan Tempel menyarankan agar jajaran Pemerintah Desa yang saat ini diwakili oleh para kesra bisa menganggarkan kegiatan KB agar bisa mencapai target. Lebih lanjut, PKB maupun Puskesmas juga diharapkan bisa mengakses dana Partisipasi Urusan Masyarakat yang dulunya disebut PIK (Pagu Indikatif Kecamatan). “Dana ini kan utamanya untuk kegiatan yang sebetulnya dibutuhkan masyarakat namun belum tercakup dalam dana desa. Dan juga bukan kegiatan rutin,” jelas Tri Akhmeriyadi.
Selain, evaluasi pencapaian KB baru disampaikan juga berbagai agenda kegiatan KB ke depan. Yang pertama, anjangsana IMP Kecamatan Tempel ke desa-desa yang akan diawali pada hari Selasa, 26 Januari 2016. Kedua, Pendataan Keluarga Tahun 2015 baru memasuki tahapan upload data ke server BKKBN pusat. Ketiga, Padukuhan Bangunrejo Desa Merdikorejo ditunjuk sebagai kampung KB Kecamatan Tempel. “Kami sudah mengirimkan surat ke kabupaten mengenai penunjukkan Padukuhan Bangunrejo sebagai kampung KB. Untuk lebih lanjut mohon Desa bisa mendukung dengan pendanaan yang ada. Dan teman-teman di KB bisa segera menginformasikan kepada saya kalau sudah ada juknis lebih lanjut mengenai pembinaan Kampung KB,” terang Camat Tempel, Wildan Solichin.



