Berupaya Padukan Materi Kegiatan PAUD dan BKB

img_20160211_1525361Sleman, 28 Juli 2016 – “Kami percaya kelompok BKB ini sudah berjalan dengan baik. Terus dilanjutkan ya bu, tetap semangat,” komentar Tim Evaluasi UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta dalam kesempatan mengunjungi Kelompok Keterpaduan BKB, PAUD, SDIDTK di Posyandu Nusa Indah, Sono Kulon, Merdikorejo.

 

Kunjungan ke Posyandu Nusa Indah ini merupakan simg_20160211_1442511uatu bentuk dukungan pembuktian kinerja Pokja II TP PKK Desa Merdikorejo. Hal ini berkaitan dengan kesuksesan pembinaan terhadap UP2K setempat.

Meski sebatas pendukung kegiatan UP2K, tidak menyurutkan semangat para kader keterpaduan BKB setempat. Mereka menyiapkan semua elemen kegiatan yang diperlukan. Mulai dari administrasi Posyandu, pembinaan PAUD hingga BKB dengan lima kelompok umur juga disiapkan.

Ketika bunda PAUD bersemangat mengajar anak-anak PAUD di pendopo rumah barat, ibu kader lain mempersiapkan Posyandu di bagian tengah. Sedangkan kader BKB menyusun administrasi dan persiapan simulasi di bagian timur.

Dari pemeriksaan administrasi, tampak kader dengan penuh ketelitian mempersiapkan jadwal maupun rencana keterpaduan. Dengan demikian, diharapkan keterpaduan bukan hanya tempat, waktu, dan sasaran melainkan juga dalam tema kegiatan. “Menurut paham kami,  BKB kan bisa mendukung PAUD. Jadi paling tidak saya minjem rencana kegiatan PAUD untuk sebisa mungkin disinkronkan dengan rencana kegiatan BKB. Belum sempurna sih karena jabarannya susah. Tapi semoga perencanaan 2017 nanti semakin bagus.”cetus Ketua BKB, Sri Wahyuti.

Sebagai salah satu BKB-HI di Kecamatan Tempel, BKB Nusa Indah berusaha semaksimal mungkin melaksanakan kegiatan keterpaduan. Sebulan sekali, anak PAUD mengikuti Posyandu dan orang tuanya bergabung di BKB. Hal ini perlu persiapan khusus baik dari segi kader maupun waktu. Artinya, jangan sampai BKB terlalu lama sehingga anak keburu rewel.

img_20160211_1441311

Kader juga berusaha melakukan pencatatan dan pelaporan data dengan optimal. Untuk masing-masing kelompok umur misalnya, dilakukan updating data setiap awal tahun agar anak yang tambah umur bisa masuk ke kelompok yang tepat. Yang masih menjadi PR bagi kader adalah menyesuaikan data BKB dengan pola administrasi PAUD yang mengikuti agenda tahun ajaran. Sebagai contoh, pada awal tahun 2016 ini anak A masuk kelompok umur 4-5. Jadi datanya masih tetap ada. Namun, di pertengahan 2016 ini, dia lulus PAUD dan masuk TK. Seringkali orang tua langsung tidak ikut BKB ataupun Posyandu. Akibatnya, data menjadi tidak sinkron dan membuat kader merasa kesulitan. (xny)