
Keberadaan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) di Kabupaten Sleman masih didominasi oleh kaum ibu. Potensi kaum ibu memiliki peluang besar untuk menciptakan sebuah usaha dikarenakan kaum perempuan memiliki sifat positif seperti senang menabung untuk masa depan, ulet/kerja keras, jujur, teliti, disiplin, bertanggung jawab dalam mengelola keuangan, serta lebih peka terhadap kebutuhan pasar.
Namun hal-hal positif tersebut dibarengi pula dengan berbagai kendala seperti kondisi kodrati yang membuat kurang leluasa dibandingkan dengan wirausaha laki-laki dan kadang kurang bisa membagi waktu atas peran gandanya, kurang percaya diri serta kurang memiliki latar belakang dan pengalaman cukup untuk memulai usaha.
Hal itu diungkapkan oleh Drs. Yanuardi dari Badan KBPMPP selaku narasumber dalam acara Pembinaan UPPKS di Aula Kecamatan Turi, Kamis (08/09). Jumlah UPPKS di Kecamatan Turi yang ter-online hingga saat ini sebanyak 41 kelompok yang tersebar di semua desa. Hanya sedikit dari jumlah kelompok tersebut yang benar-benar serius dalam menggeluti usaha kecil.
Selanjutnya dalam sambutannya Drs. Haris Sunaryo, Sekertaris Kecamatan Turi, mengatakan keberadaan UPPKS di Turi harus terus dikembangkan, dari 40-an kelompok UPPKS di Turi harus lebih aktif dalam mengembangkan produknya. Pengembangan produk perlu segera dilakukan dengan cara belajar dari kelompok-kelompok lain yang telah sukses serta lebih percaya diri dalam memasarkan produknya.
Satu hal penting dalam Manajemen Usaha Kecil, menurut Drs. Yanuardi adalah UPPKS harus dibentuk dengan berkelompok karena mempermudah pembinaan usaha serta bisa saling menguatkan sesama anggotanya. Selanjutnya yang penting dalam pemasaran yaitu faktor 4 P yaitu Product, Price (harga), Place (tempat distribusi) serta Promotion (promosi).
Materi selanjutnya dilanjutkan oleh narasumber Ibu Titik Kuswandari dari UPPKS Mbangun-Bangunkerto beserta Ibu Supraptiningsih – PKB Turi mengenai administrasi kelompok. Setiap kelompok diharapkan mengisi K/O, F/I, R/I, sebagai laporan ke BKKBN. Serta pembukuan lengkap seperti buku kas, pembelian, penjualan, inventaris, dll.
Acara ini dihadiri pula oleh Danramil 03-Turi Kapten Cpl Darsiwan, perwakilan pamong desa dan PKK, serta sekitar 40 orang perwakilan kelompok UPPKS. (arbow)


