Perencanaan dan penganggaran di harapkan sebagai alat memediasi langkah kompromi pemilihan skala prioritas program dan anggaran melalui Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan). Pada perspektif perencanaan dan penganggaran responsif gender, maka proses perencanaan dan penganggaran menyertakan semua lapisan masyarakat salah satunya perempuan dan kelompok marginal seperti perempuan disabillitas untuk mengurangi kesenjangan gender dalam berbagai dimensi pembangunan dan membekali perempuan khususnya dalam tahapan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (musrenbang), maka langkah strategis yang perlu di lakukan adalah memberikan bekal ilmu dan motivasi bagi perempuan melalui pengenalan musrenbang bagi perempuan.
Kegiatan di laksanakan pada Hari, Selasa, Rabu, Kamis dan Jum’at tanggal 21, 22, 23 dan 24 Maret 2017 yang bertempat di Aula Balai Desa Tirtoadi, Sidoarum, Triharjo, Sinduharjo. Sasaran pelatihan sebanyak 25 orang yang terdiri dari Dukuh Perempuan/ Istri Dukuh, TP PKK Desa, 5 orang perempuan Dissabilitas.
Hasil yang di harapkan peserta mampu mengangkat permasalahan di wilayahnya menjadi tema di Musrenbang di Desanya dan teranggarkanya kegiatan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dengan dana Desa di tahun 2018.



