Penyuluh KB sebagai ujung tombak Program dan Kegiatan Kependudukan, Keluarga Berencana Dan Pembangunan Keluarga di tingkat Kecamatan, Desa dan Dusun merupakan bagian penting dari Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman. Untuk itu Penyuluh KB setiap 2 bulan di undang ke Dinas untuk mengikuti pembinaan lengkap ( Binkap). Dalam binkap tersebut Kepala Dinas P3AP2KB serta pejabat struktural, khususnya di bidang pengendalian Penduduk dan KB serta Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga menyampaikan informasi terkini mengenai berbagai program dan kegiatan.

Pada Pelaksanaan Binkap tanggal 10 Januari 2018 , Kepala Dinas dr. Mafilindati Nuraini,M.Kes menyampaikan, “ bahwa sesuai dengan Mars IPeKB Sleman, tugas Penyuluh KB adalah mewujudkan seluruh keluarga ikut KB dan meningkatnya ketahanan keluarga. Mengawali Tahun 2018 diharapkan Penyuluh KB melaksanakan tugasnya senantiasa dengan gembira dan semangat”.Dalam Binkap kali ini sekaligus diserahkan SK bagi penyuluh KB Yaitu, Surat Keterangan Penghentian Pembayaran (SKPP) dari kepala BKAD kabupaten Sleman, SK Kepala BKN tentang Pengalihan menjadi PNS BKKBN Pusat, SK Kepala BKKBN tentang Penempatan menjadi PKB Kabupaten Sleman dan Surat Kepala Perwakilan BKKBN DIY tentang SPMT menjadi PKB Kabupaten Sleman kepada seluruh penyuluh KB di kabupaten sleman yang berjumlah 52 orang.

Penyerahan SK Kepada Penyuluh KB Oleh Kepala Dinas P3AP2KB

Menurut Sekretaris Dinas P3AP2KB Dra. Puji Astuti, “ Untuk mendukung program E Visum bagi penyuluh KB, Dinas P3AP2KB melalui Dana DAK tahun 2018 menganggarkan pengadaan smartphone bagi Penyuluh KB. Disamping itu DAK tahun 2018 yang berjumlah sekitar 2M, untuk kegiatan fisik Pembangunan Balai penyuluh di 3 kecamatan (Mlati, Cangkringan dan Pakem), sedangkan DAK Non Fisik (BOKB) untuk kegiatan operasional Balai Penyuluhan, biaya operasional kampung KB, biaya operasional distribusi alkon, biaya operasional PPKBD dan Sub PPKBD serta untuk KIE dan manajemen”.Idealnya jumlah penyuluh KB ada di setiap Desa di Kabupaten Sleman, namun saat ini hanya berjumlah 52 orang. Jumlah ini akan terus kerkurang dengan akan pensiunnya beberapa penyuluh KB . Hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi Penyuluhh KB yang mulai tahun 2018 sudah menjadi pegawai pusat untuk terus melaksanakan program dan kegiatan yang telah direncanakan meskipun dengan sumber daya yang terbatas bahkan cenderung berkurang.