margin:0 1px 0px 0

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sleman melalui UPT Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT P2TP2A) Kabupaten Sleman mencatat jumlah korban terhadap Perempuan dan Anak dan kekerasan dalam rumah tangga mencapai 471 kasus. Angka tersebut diambil dari Sistem Informasi Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (SIKPA) yang dilaporkan oleh lembaga layanan yang tergabung dalam Forum Penanganan Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (FPK2PA) diantaranya Polres Sleman, Dinas Sosial Kabupaten Sleman, RSUD Sleman, UPT P2T2A Kabupaten Sleman, dan FPK2PA tingkat Kecamatan (Puskesmas, Polsek, KUA serta dari kader pendamping korban kekerasan dalam rumah tangga 86 Desa dan 17 Kecamatan). Dari 471 korban kekerasan yang terjadi di Kabupaten Sleman, 298 korban kekerasan merupakan jenis Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan 173 bukan kekerasan dalam rumah tangga/Non KDRT. Jumlah korban KDRT paling banyak terjadi terhadap Istri yaitu sejumlah 185 kasus, diikuti kekerasan terhadap anak sebanyak 69 kasus, kekerasan terhadap suami sebanyak 14 kasus, dan kekerasan terhadap keluarga sebanyak 30 kasus. Untuk Korban Kekerasan Non KDRT sejumlah 173 kasus paling banyak terjadi terhadap anak yaitu sebanyak 106 kasus, diikuti kekerasan terhadap teman 27 kasus, kekerasan terhadap perempuan 13 kasus, dan kekerasan terhadap laki-laki 15 kasus. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa perempuan dan anak rentan menjadi korban kekerasan baik didalam rumah tangga maupun diluar rumah tangga. Bentuk Kekerasan yang dialami korban KDRT maupun Non KDRT paling banyak adalah kekerasan Psikis yaitu 200 kekerasan, 130 kekerasan fisik, 62 kasus kekerasan seksual, 36 penelantaran rumah tangga, dan eksploitasi ada 10 korban dan 33 kekerasan lainnya meliputi anak yang terlibat pencurian, anak mogok sekolah, tawuran pelajar, dan pengasuhan anak.Meski angka kekerasan di Kabupaten Sleman tinggi namun dari tahun 2015 ke 2017 cenderung menurun, dari Tahun 2015 tercatat 539 korban, 2016 ada 499 korban, dan 2017 ada 471 korban.(Admin.01.UPTP2TP2A)