
Perkembangan kasus HIV dan AIDS menunjukkan kecenderungan yang terus meningkat. Untuk wilayah DIY, sampai dengan Triwulan III Tahun 2015, kasus HIV dan AIDS yang terlaporkan di Dinas Kesehatan DIY sebanyak 3.146 kasus HIV dan 1249 kasus AIDS. DataKementerian Kesehatan RI pada Bulan September 2015 menyebutkan bahwa Ibu rumah tangga menempati urutan terbesar orang dengan HIV &AIDS (ODHA), menurut kelompok mata pencahariannya, yaitu sebanyak 9.096 orang.
Dibandingkan pekerja seks, ibu rumah tangga dianggap lebih rentan terhadap penularan HIV karena minim perlindungan. Pekerja seks masih bisa memaksa pelanggannya untuk memakai kondom, sementara ibu rumah tangga karena berbagai alasan sering tidak berdaya untuk meminta suaminya untuk memakai kondom saat berhubungan seks. Lebih memprihatinkan lagi, ibu-ibu yang tertular HIV oleh suaminya sendiri masih berisiko untuk menularkannya lagi kepada anak-anak kandungnya.

Kabupaten Sleman paling banyak kasus HIV dibanding dengan kabupaten/kota yang lain di DIY, yaitu mencapai 915 kasus, Kota Yogyakarta dengan 859 kasus dan Kabupaten Bantul dengan 857 kasus, dan yang paling sedikit di Kabupaten Kulon Progo yang hanya 201 kasus
Dinas P3AP2KB Sleman menginisiasi pembentukan Desa/Kelurahan Sadar HIV dan AIDS yang merupakan salah satu upaya penanggulangan HIV dan AIDS di Kabupaten Sleman. Sementara telah terinisiasi 5 Desa dari rencana terbentuk 10 Desa/Kelurahan Sadar HIV dan AIDS yaitu Desa Pakembinangun,Desa Glagaharjo, Desa Tridadi, Desa Tirtomartani, Desa Bangunkerto, Desa Sumberharjo Pada rangkaian pembentukan tersebut diadakan Sosialisasi Terkait dengan narkoba, PMS dan HIV AIDS kemudian pembacaan deklarasi Desa/Kelurahan Sadar HIV dan AIDS selanjutnya ditindak lanjuti dengan pembuatan Surat Keputusan (SK) Kepala Desa. Dengan adanya Desa Sadar HIV dan AIDS diharapkan informasi tentang IMS, HIV, dan AIDS dapat dipahami masyarakat sasaran; stigma dan diskrimasi ODHA dapat direduksi; faktor risiko penularan HIV di lingkungan sasaran dapat diidentifikasi; dan rujukan ke layanan IMS, HIV, dan AIDS dapat diketahui masyarakat.


