Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinas P3AP2KB) Kabupaten Sleman melalui Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana melaksanakan kegiatan Bhakti Sosial Pelayanan KB IUD dan Implant. Kegiatan yang merupakan salah satu agenda rutin dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten   Sleman   ke  102   mengambil   lokasi   di   RS Queen Latifa Selasa  (8/5/2018) Kecamatan Gamping.

Kegiatan bhaksos dibuka oleh Wakil Bupati Sleman, Dra. Hj. Sri Muslimatun, M.Kes. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini dalam rangka memperingati HUT Sleman ke-102 dengan tema “Kita Wujudkan Kehidupan Masyarakat Yang Mandiri dan Berbudaya Untuk Mendukung Sleman Smart Regency”.

Sasaran Bhaksos Pelayanan KB ini adalah masyarakat umum di Kabupaten Sleman baik Peserta Baru maupun Peserta Aktif, sedangkan penggerakannya dilakukan oleh Penyuluh KKBPK Kecamatan Gamping bersama dengan Kader PPKBD dan Sub PPKBD. Untuk pemasangan baik IUD maupun Implant dilakukan oleh Bidan RS Queen Latifa.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas P3AP2KB dr. Mafilindati Nuraini, M.Kes. menyampaikan bahwa walaupun pelayanan tidak dibebani biaya tapi pelayanan tetap sesuai prosedur dan peralatan standar kesehatan. Selain itu bagi keluarga peserta bhaksos agar dapat mengikuti kegiatan keluarga di wilayah masing-masing, seperti Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), karena tantangan keluarga dewasa ini semakin berat dan kompleks.

Pada akhir acara pembukaan, dr Mafilindati Nuraini, Mkes berkenan menyerahkan donasi bantuan 1 set IUD KIT kepada Direktur RS Queen Latifa (dr. Hj. Niken Nawangsih, M.Kes.).

Pelaksanaan Bhaksos di RS Queen Latifa yaitu  peserta yang terlayani sebanyak 66 orang dengan rincian peserta baru IUD 10 orang, peserta aktif IUD 21 orang, peserta baru Implan 8 orang dan peserta aktif Implan 17 orang. Sedangkan yang tidak terlayani karena.

  1. Gagal lepas karena dislokasi : 1 orang
  2. Gagal lepas karena polip serviks : 2 orang
  3. Gagal pasang karena erosi portio : 2 orang
  4. Gagal pasang karena rahim pendek : 1 orang
  5. Gagal pasang karena hamil : 1 orang
  6. Gagal pasang karena menstruasi : 1 orang
  7. Gagal pasang karena meninggalkan lokasi : 2 orang