Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Penngendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sleman mengajak jamaah Pengajian Nurul Jannah mendukung program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga.

Penduduk Indonesia hingga awal 2018, berjumlah sekitar 260 juta jiwa, merupakan terbanyak keempat di dunia setelah RRC, India dan Amerika Serikat.

Penduduk yang banyak dibarengi kualitas akan menjadi modal dan sebaliknya akan menjadi kendala dan masalah, apalagi kita akan menghadapi bonus demografi di tahun 2030. Untuk  BKKBN Perwakilan DIY bekerjasama dengan POLDA DIY mengedukasi para remaja dengan slogan :

Remaja Jogja Tertib

Remaja Jogja Berkarakter

Remaja Jogja Berbudaya

Hal ini disampaikan Tri Akhmeriyadi, selaku pengampu Seksi Pengendalian Penduduk Advokasi dan KIE Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman saat mengawali KIE Massa bersama FAPSEDU Kabupaten Sleman. Selain menginformasikan kegiatan KKBPK, juga disampaikan program kegiatan Dinas P3AP2KB, seperti Keluarga Ramah Anak dan Three Ends.

Forum Antar Umat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan atau Fapsedu Kabupaten Sleman membantu mensosialisasikan program keluarga berencana melalui pendekatan keyakinan umat beragama.

“Kami dari Fapsedu ini bertugas untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai program KB dari persfektif keagamaan,” kata Ketua Fapsedu Kabupaten Sleman, Moh Halimi, S.Pd.I, Selasa, 17 Juli 2018, saat melakukan sosialisasi di Musholla SD Negeri 2 Turi. Menurut dia, tidak dipungkiri saat ini masih ada sebagian masyarakat yang masih menganggap KB haram.

“Dalam ajaran Islam tidak pernah melarang penggunaan alat kontrasepsi dan menganjurkan agar para pemeluknya mengatur urusan keluarga sebaik mungkin. Dalam Al-Quran surah An-Nisa ayat 9 dijelaskan, kita tidak boleh meninggalkan anak-cucu kita dalam keadaan lemah. Jika keluarga memiliki anak terlalu banyak, maka orang tua akan kesulitan memenuhi kesejahteraan mereka,” katanya.