SOSIALISASI SEKOLAH SIAGA KEPENDUDUKAN
DI SMA N 1 NGAGLIK

Bertempat di aula SMA N 1 NGAGLIK pada tanggal 29 November 2018 telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Sekolah Siaga Kependudukan terhadap guru BP, Bahasa Indonesia dan IPA serta siswa dengan tujuan agar dapat memberikan arahan kepada anak didiknya untuk menunda perkawinan sampai batas usia ideal. Adapun peserta sosialisasi tersebut terdiri dari para guru BP, guru Bahasa Indonesia, guru Pelajaran IPA/Biologi, PLKB Kecamatan Ngaglik. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Jajaran BKKBN Provinsi DIY, Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman.
Pada kesempatan tersebut Kepala Sekolah SMA N 1 Ngaglik, Agus Marjanto mengatakan kegiatan sosialisasi ini dimaksudkan untuk meningkatkan kepedulian para anak didik akan permasalahan kependudukan dimana laju perkembangan penduduk andai kata tidak dibatasi tentunya akan menimbulkan berbagai permasalahan baru sehingga akan berdampak negatif/buruk bagi kehidupan generasi muda.
Sedangkan narasumber dari BKKBN Provinsi DIY Yusuf Prasetyo, S.Psi, MSc dalam pemaparan materinya mengupas tujuan dari program Sekolah Siaga Kependudukan ( SSK) merupakan suatu program untuk meningkatkan kepedulian terhadap kependudukan secara dini, dimana perkembangan penduduk tergantung dari pengertian dan pemahaman masyarakat terhadap reproduksi angka kelahiran, perkembangan penduduk dapat kita tekan dengan berbagai cara diantaranya dengan memberikan wawasan secara dini kepada anak didik sehingga mereka sadar dan akan menunda perkawinannya sampai pada batas usia ideal dalam perkawinan.
Sementara itu, Kabid Pengendalian Penduduk Perwakilan BKKBN DIY, Witri Astuti Susani Anggraeni, SE, MM menyampaikan Sekolah Siaga Kependudukan adalah sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan dan Keluarga Berencana. Dalam mata pelajaran, di dalamnya terdapat pojok kependudukan (population corner) sebagai salah satu sumber peserta didik dalam upaya pembentukan generasi berencana. Adapun tujuan dari yang diharapkan dari adanya program SSK ini adalah memupuk kesadaran akan kondisi kependudukan di wilayah tempat tinggal masing-masing siswa, menumbuhkan sikap bertanggungjawab dan perilaku adaptif berkaitan dengan dinamika kependudukan, mengembangkan sikap yang tepat dalam mengambil keputusan untuk mengatasi masalah-masalah kependudukan kelak ketika mereka menjadi dewasa.
Pada kesempatan tersebut, Kasi Pengendalian Penduduk Advokasi KIE Dinas P3AP2KB, Tri Akhmeriyadi, menyampaikan aset terbesar bangsa ini adalah genarasi muda, tentunya generasi muda yang berkualitas, sebab masa depan dan keberadaan bangsa kedepan berada ditangan mereka, baik buruk roda Pemerintah ke depan tergantung pada bagaimana generasi muda yang menggerakkannya. Semakin berkualitas maka semakin gemilang masa depan bangsa nantinya dan sebaliknya jika digerakkan oleh generasi muda yang bobrok, maka sudah kita pastikan masa depan Indonesia menjadi suram.

