
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (Dinas P3AP2KB) Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Daerah Istimewa Yoyakarta membentuk Rumah Data Kampung KB.
Hal ini ditandai dengan disosialisasikannya Surat Keputusan Kelompok Kerja (Pokja) Rumah Data di lima kampung KB yang ada di Sleman, SK Pokja Rumah Data tersebut ditandatangani oleh Lurah/Kades setempat. Kegiatan Pembentukan Rumah Data Kampung KB yang dilaksanakan tanggal 28 Oktober 2019 silam di RM Pringsewu dan dihadiri oleh Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman sebagai Narasumber, dengan jumlah Peserta sebanyak 40 orang yang merupakan Pengurus dari Pokja Rumah Data Kampung KB. “Rumah Data Kependudukan dibentuk untuk meningkatkan tata kelola pembangunan di tingkat desa/kelurahan berbasis data. Keberadaan data di rumah data kependudukan terintegrasi dengan sumber data lain, baik data demografi maupun data sektoral yang dapat digunakan untuk melakukan intervensi program-program pembangunan di Kampung KB,” kata Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (Dinas P3AP2KB) Kabupaten Sleman, Dwi Wiharyanti, Senin (28/10) Selain itu keberadaan rumah data kampung KB itu setidaknya memiliki sejumlah manfaat.
Pertama, ketersediaan data dan informasi kependudukan yang akurat menjadi salah satu prasayarat wajib. Pemenuhan akan kebutuhan data tersebut, diharapkan dapat dipenuhi melalui Rumah Data Kampung KB.
Kedua, Kampung KB yang dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta pembangunan sektor terkait lainnya dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas, sangat membutuhkan data yang terkini, akurat dan terpercaya sebagai dasar perencanaan dan kebijakan pembangunan. Ketiga, keberadaan Kampung KB yang juga bertujuan untuk meningkatkan peran serta pemerintah, lembaga nonpemerintah dan swasta dalam memfasilitasi, mendampingi dan membina masyarakat untuk menyelenggarakan program pembangunan.
Kepala Seksi P2 ADVOKASI KIE, Tri Akhmeriyadi mengatakan, di Sleman saat ini memiliki 35 kampung KB. Dan semuanya memiliki rumah data kependudukan walaupun kondisinya berbeda.
Dijelaskannya hingga saat ini sudah 100 persen dari kampung KB di Sleman yang memiliki rumah data kependudukan. walaupun kondisinya berbeda, ada yang baru ada data KB, tapi juga sudah ada yang melengkapi dengan data sektoral.

