Pada Senin, 10 Februari 2020 berlangsung Rapat koordinasi Wali Data yang dihadir oleh 17 Penanggungjawab Program KKBPK Kecamatan Se Kabupaten Sleman. Pertemuan dipimpin Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dra. Dwi Wiharyanti, MSi dengan moderator Kepala Seksi Pengendalian Penduduk Advokasi KIE, Tri Akhmeriyadi, SP, MSi. Dan dihadiri Kasubbid Data dan Informasi BKKBN DIY, Niken Wijayanti, SST, MA
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sedang menerapkan sistem informasi yang lebih rigit, kekinian dan akuntabel. Sistem Informasi Keluarga (SIGA) namanya. SIGA akan menjadi data operasional bagi petugas KB dan pihak terkait dalam melakukan intervensi terhadap program pemberdayaan keluarga.
Demi membangun sistem data dan informasi yang lebih ‘mumpuni’, pada 2020 ini BKKBN melakukan sinkronisasi Basis Data Keluarga Indonesia (BDKI) dengan sistem informasi kependudukan. Menurut Kasubbid Data dan Informasi BKKBN, Niken Wijayanti, sinkronisasi itu menjadi salah satu fokus BKKBN. Fokus lainnya mengintegrasikan data statistik rutin KKBPK, menjamin ketersedian data program KKBPK dan menjaga kerahasiaan individu.
Sistem informasi yang dibangun BKKBN ini dikemas dengan nama Sistem Informasi Keluarga atau SIGA. SIGA digunakan sebagai peta kerja, intervensi program dan pengukuran kinerja. Penerapan SIGA sudah diuji coba di 2 kabupaten di DIY, sedang pada tahun 2020 uji coba dikembangkan di 3 kabupaten, yaitu Sleman, Gunug Kidul dan Kulon Progo.
SIGA menjadi ‘kendaraan’ yang begitu penting bagi BKKBN khususnya. Pasalnya, data dan informasi keluarga berfungsi sebagai alat monitoring dan dasar perencanaan, pengukuran kinerja dan peta kerja pada setiap tingkatan wilayah Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).
Pada tahun 2020, Kabupaten Sleman menjadi wilayah uji coba SIGA. Pelaksanaan input data pengendalian lapangan dan pelayanan kontrasepsi telah berjalan sejak tahun 2019, selain itu terus dilaksanakan pemutakhiran data keluarga
Menurut Niken, pemutakhiran BDKI adalah kegiatan untuk memutakhirkan data keluarga Indonesia dengan cara melengkapi, memperbaiki, memperbaharui, mencatat mutasi, mencatat migrasi, dan mendata keluarga baru yang ada maupun belum ada dalam BDKI. Hal ini dilakukan petugas melalui kunjungan rumah dengan cara mewawancarai dan atau observasi keluarga.
Kabid Pengendalian Penduduk dan KB, Dwi Wiharyanti, menyampaikan evaluasi dan informasi program KKBPK, yaitu :
- adanya rebranding logo, jingle, tagline, lagu BKKBN
- input data BIdan jejaring di aplikasi SIGA baru mencapai 30 %
- input data Pro PN kelompok PIK R dan BKR sudah mencapai 85 %
- upaya pencapaian target program kependudukan melalui pengumpulan data PUS, kelahiran dan jumlah perempuan per kelompok umur


