Keluarga merupakan unit kelompok masyarakat yang paling kecil. Keluarga memilih peran penting bagi pendidikan anak. Oleh karena itu, suatu keluarga perlu membangun komunikasi dengan baik, agar hubungan keluarga terjalin secara harmonis. Ini adalah salah satu upaya Pemerintah dalam mengatasi kejahatan jalanan yang saat ini terjadi di Kabupaten Sleman. Kejadian kejahatan jalanan merupakan tantangan Pemerintah dan warga Sleman dalam membangun Kabupaten Layak Anak. Saat ini selain kasus kejahatan jalanan juga kasus KDRT perempuan masih terjadi di Kabupaten Sleman, ada sebanyal 430 kasus dan 140 KDRT anak. Oleh karena itu kami mohon dukungan Bhayangkari dalam mewujudkan Keluarga Berketahanan dan Kabupaten Layak Anak.

Hal tersebut dikatakan  Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sleman, dr. Mafilindati Nuraini, MKes i dalam kegiatan Sosialiisasi Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) bersama Mitra Tahun 2020 yang dilaksanakan  di Aula Dinas P3AP2KB Sleman, Jumat (14/2/2020).

Ia menuturkan, keterbukaan dalam keluarga akan membuat orangtua dan anak terbiasa saling mencurahkan dan mendengarkan, misalnya mendengarkan keluhan anak dan cara yang akan diambil untuk menyelesaikannya. “Jangan sampai gadget merusak komunikasi langsung antara bapak dengan anak atau anak dengan ibu,” katanya.

Menurut dia, masyarakat harus pandai dalam memanfaatkan perkembangan teknologi. Jangan sampai teknologi merusak hubungan komunikasi dalam keluarga. “Beri ruang untuk berkomunikasi dengan anak. Biar mencurahkan segala yang dihadapinya kepada orangtua,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, sosialisasi diisi dengan materi Kesehatan Reproduksi oleh dr Faturrohman, Kasubid Kesehatan Reproduksi. Disampaikan bahwa pentingnya menjaga kesehatan reproduksi bagi perempuan khususnya pasangan usia subur. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait alat reproduksi wanita dan pria dengan pendekatan 4 Terlalu (terlalu muda, tua, banyak, dan terlalu dekat).

Setelah itu dilanjutkan dengan materi ketahanan keluarga oleh Lisna Yuliawati, Ketua Institusi Masyarakat Pedesaan Kabupaten Sleman, bahwa keluarga sejahtera dan berketahanan dapat diwujudkan dengan penerapan 8 fungsi keluarga, yaitu fungsi agama,  fungsi kasih sayang, fungsi perlindungan, fungsi sosial budaya, fungsi reproduksi, fungsi sosialisasi dan pendidikan, fungsi ekonomi dan fungsi pembinaan lingkungan. Agar pembinaan keluarga dapat berjalan efektif maka pembinaan keluarga dilaksanakan dengan kelompok Bina Keluarga Balita (BKB), Bina keluarga Remaja (BKR) dan Bina Keluarga Lansia (BKL) .

Di akhir pertemuan bahwa Bhayangkari Sleman sepakat mendukung program BANGGA KENCANA (Pembangunan Keluarga Kependudukn dan Kelarga Berencana) di Kabupaten Sleman.