SOSIALISASI SEKOLAH SIAGA KEPENDUDUKAN TINGKA SEKOLAH DASAR

By Admin / Bidang P2KB / 2019-11-03 08:00:56/ 0 Comments
WhatsApp Image 2019 11 03 At 08 03 40 : SOSIALISASI SEKOLAH SIAGA KEPENDUDUKAN TINGKA SEKOLAH DASAR
WhatsApp Image 2019 11 03 At 08 03 40(1) : SOSIALISASI SEKOLAH SIAGA KEPENDUDUKAN TINGKA SEKOLAH DASAR

 

 

Sleman (29/10/2019) - Indonesia saat ini telah memasuki fenomena kependudukan yang disebut bonus demografi. Tidak dipungkiri, bonus demografi ialah hasil dari upaya menurunkan angka Total Fertility Rate (TFR) melalui program keluarga berencana (KB). Jika dimanfaatkan dengan optimal, bonus demografi dapat memacu pertumbuhan ekonomi, yang dapat meningkatkan kesejahteraan bangsa.

Bonus demografi adalah saat jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) proporsinya lebih dari 50 persen dibandingkan dengan kelompok usia non produktif (0-14 tahun dan > 65 tahun). Pada era ini harus disiapkan generasi yang berkualitas, agar tenaga kerja yang melimpah pada saat ini mampu membawa berkah bukan malah menjadi bencana. Apalagi realitanya saat ini masih banyak persoalan kependudukan yang dihadapi Indonesia.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memiliki amanah untuk memberikan literasi tentang kependudukan agar masyarakat sadar akan pentingnya manfaat yang harus disiapkan dan digunakan serta permasalahan-permasalahan yang harus dihindari dari dampak kependudukan. Salah satu upayanya melalui Sekolah Siaga Kependudukan.

Sasaran pendidikan kependudukan adalah melalui jalur pendidikan formal (SD s/d SLTA dan Universitas), jalur pendidikan Non Formal, yaitu di Diklat Berjenjang seperti Diklat ASN dan Kepramukaan, melalui jalur pendidikan Informal, yaitu keluarga/kelompok kegiatan masyarakat/keluarga. Pola untuk penyelenggaraan pendidikan kependudukan melalui jalur-jalur tersebut adalah dengan pola Kerjasama (Sistem Kerjasama).

"Melalui pengetahuan diharapkan dapat merubah sikap dan perilaku setiap orang dan keluarga untuk sadar kependudukan yaitu membentuk keluarga kecil berkualitas, menyiapkan generasi penerus, menyiapkan hari tua, memperhatikan lingkungan dan daya dukung alam untuk kehidupan". Harap Kepala Seksi Pengendalian Penduduk Advokasi KIE mewakili Kadis P3AP2KB pada Sosialisasi Sekolah Siaga Kependudukan tingkat Sekolah Dasar, Selasa 29/10/2019.

Kegiatan ini dihadiri Ka SD Model Ngemplak, Ka SD COndongCatur, Ka MI 2 Sleman Ngaglik, Ka SD Denggung Sleman, Ka SD Tirtoadi,  SD Percobaan 3 Pakem beserta Pembina Pramuka dan Penyuluh KB masing-masing Kecamatan. Dengan narasumber Kasubid Kerjasama Pendidikan Kependudukan Perwakilan BKKBN DIY, Yusuf Prasetyo, S.Psi, M.Sc

Kebijakan dan strategi pendidikan kependudukan di setiap jalur pendidikan berbeda-beda sesuai dengan kondisi lembaga pendidikan yang bersangkutan. Untuk Jalur Pendidikan Formal diantaranya:penyelenggaraan pendidikan kependudukan di sekolah melalui pendekatan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), yaitu sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga ke dalam beberapa mata pelajaran dan atau muatan lokal khusus kependudukan. Disamping itu juga penerapan pendidikan kependudukan melalui berbagai kegiatan kesiswaan seperti kegiatan ekstrakurikuler, dan lainnya. SSK ini didukung dengan perpustakaan kependudukan atau disebut dengan Pojok Kependudukan.

"Semoga melalui sosialisasi ini dapat memberikan peningkatan pemahaman dan wawasan tentang Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga bagi guru dan berdampak positif bagi siswa, terutama bagi generasi muda tentang pentingnya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program KKBPK, dan SD yang tertunjuk dapat menjadi contoh dan rintisan bagi sekolah-sekolah lainnya di Kabupaten S;leman", pungkas Yusuf.

 

You might also like
0 Comments
Add A Comment
Submit a Comment

Your email address will not be published. Required field are are marked *