Audit kasus stunting Kapanewon Depok dilaksanakan pada hari Kamis, 31 Oktober 2024 di RR Anglocitatama Kapanewon Depok. Arahan dan sambutan disampaikan Kepala Jawatan Kapanewon Depok Bapak Subiyantoro S.Pd. Pertemuan ini dihadiri oleh Kader TPK Kapanewon Depok, Perwakilan Puskesmas Depok Raya, dan Perwakilan dari 3 Kalurahan. Audit Kasus Stunting dan Program Kerja Stunting 2024 disampaikan oleh Dr R. Yuli Kristyanto, M.Sc, Sp.A terkait Cegah Stunting Dari Kalurahan Oleh Kalurahan Untuk Kalurahan.
Temuan Audit Kasus Stunting di Kapanewon Depok disebabkan oleh beberapa hal, seperti pola pemberian makan balita yang tidak tepat menyebabkan asupan nutrisi tidak adekuat, Ibu hamil berisiko tinggi (3T, KEK) yang berpotensi melahirkan bayi prematur/BBLR (Berat Badan Lahir Rendah), tatalaksana follow-up bayi prematur/BBLR yang kurang optimal, akses ke penjaminan pembiayaan kesehatan (BPJS) yang belum merata, pemberian insentif asupan gizi balita berupa makanan tambahan (PMT) kurang sesuai target dan kurang merata, kasus perawakan pendek non-stunting atau kasus stunting dengan red-flag belum semua dirujuk untuk ditangani dokter spesialis anak, dan perilaku merokok di rumah tangga yang menyebabkan infeksi pernafasan berulang pada balita masih banyak didapatkan.
Rencana tindak lanjut kedepannya yaitu mengidentifikasi program-program terkait stunting di Kalurahan, dan menyusun minimal 6 program pencegahan stunting yang berbasis dari Audit Kasus Stunting Kalurahan (selain pemberian PMT) mulai APBDes 2026 kedepan.


