IMG-20170407-WA0000

Untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan tenaga pengelola program KKBPK di tingkat Kabupaten/Kota serta pemanfaatan hasil pendataan keluarga tahun 2015, dr. Mafilindati Nuraini, M. Kes selaku kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga (DP3AP2KB) Kabupaten Sleman, mengirimkan 18 orang Penyuluh Keluarga Berencana ke Kantor Perwakilan BKKBN DIY pada hari Selasa-Jumat, 4-7 April 2017 dalam rangka mengikuti kegiatan pelatihan program KKBPK (Pelatihan Dev-info).

Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman sebagai salah satu institusi pemerintah tingkat Kabupaten di bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana mempunyai tugas diantaranya untuk menyediakan data parameter dasar kependudukan. Melalui pelatihan yang di adakan di Kantor Perwakilan BKKBN DIY ini, para Penyuluh KB yang dikirim diharapkan mampu mengoperasionalkan aplikasi software Dev-info dan menghasilkan peta dari aplikasi berupa peta indikator Keluarga Berencana Kesehatan Reproduksi (KBKR) maupun indikator Kesejahteraan Keluarga Pemberdayaan Keluarga (KSPK) sampai wilayah desa.

Dalam kesempatan pembukaan pelatihan, disampaikan oleh kepala perwakilan BKKBN DIY Drs Aan Jumhana Mulyana M.Si, Dev-info merupakan perangkat software yang dikembangkan oleh UNICEF sejak tahun 2002 dan kemudian di patenkan oleh PBB di tahun 2004. Sistem data base ini memungkinkan penggunanya untuk dapat melakukan kompilasi penyajian data dalam bentuk tabel, grafik, maupun peta geografis dengan cakupan wilayah dari tingkat pusat, provinsi, sampai dengan Kabupaten atau kota. Tujuan dari penggunaan database ini adalah untuk memantau perkembangan indikator dengan cara mengatur, menyimpan, dan menyajikan data dengan cara tabel, grafik, dan peta untuk dimasukkan dalam laporan, presentasi, dan bahan advokasi.

Bertempat di ruang widya 1, 18 peserta dari Kabupaten Sleman bersama dengan 8 peserta dari BKKBN DIY dilatih oleh widya iswara dari BKKBN DIY diantaranya Mustikaningtyas, S.Psi dan Anggraeni Wulandari, S. Sos. Pembelajaran pada hari pertama para peserta diberikan pemaparan pengenalan tentang gambaran aplikasi Dev-Info, kemudian pada hari ke 2 para peserta mulai praktik membuat peta tingkat kabupaten dengan bimbingan para widyaiswara. Selanjutnya pada hari ke-3 peserta mempraktikan secara peer-teaching bersama kelompok peserta lain membuat peta tingkat Kecamatan. Karena kegiatan pembelajaran berjalan dengan lancar maka pada hari ke-4 para peserta sudah selesai dengan peta masing-masing wilayah Kecamatan dan kemudian mempresentasikan rencana tindak lanjut diikuti acara penutupan.

Berikut di bawah ini contoh tampilan hasil dev-info tingkat Nasional.

Contoh Peta Hasil Olahan Dev-Info

Contoh Peta Hasil Olahan Dev-Info

Melalui sitem di atas, maka akan terlihat wilayah mana yang perlu lebih dulu mendapatkan prioritas tindak lanjut dalam menentukan kebijakan karena langsung terlihat dalam 4 macam warna. Keunggulan sistem Dev-info adalah semua data di comile di satu sistem, mudah menampilkan data dalam bentuk tabel, grafik dan peta, dapat melihat tren sesuai kebutuhan, dapat digunakan sebagai monitoring kebijakan dan Indikator dapat diubah sesuai kebutuhan sehingga dapat digunakan untuk menampilkan berbagai macam data. Di satu sisi yang perlu diperhatikan adalah validitas data dan ketelitian dalam memasukkan file dalam sistem sehingga tidak terjadi kesalahan pembacaan. Akan cukup berisiko jika ternyata data yang ditampilkan untuk advokasi ternyata tidak menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Untuk itu mari bersama mewujudkan kabupaten Sleman Smart Regency melalui penyediaan data yang akurat dan dapat dipercaya.

Penulis: Chalimah Candra Dewi, S. Keb