Rabu, 21 Agustus 2024 Pemerintah kalurahan Condongcatur gelar kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Implementasi Best Practice BKB di KKB Condongcatur dalam rangka percepatan penurunan stunting. Kegiatan dilangsungkan pagi hari di Ruang Wacana Loka Kalurahan Condongcatur.

Acara tersebut dihadiri perwakilan BKKBN Propinsi, Ita Suryani, Lily Arsanti Lestari, bersama tim peneliti dari FK-KMK UGM, Lurah, Kamituwo, TP-PKK Condongcatur Dewi Nurlaila, Kepala Puskesmas Depok ll, PKB dan PLB serta perwakilan dari KPM, Kader IMP, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat di Condongcatur.

Kegiatan ini diinisiasi  oleh  FKKMK UGM, BKKBN DIY sebagai pelaksana program Kampung Keluarga Berkualitas( KKB). Aara diisi dengan diskusi bersama mengenai penerapan Best Practice di BKB HI Warna Warni Padukuhan Gempol yang berlansung mulai 14 juni 2024 hingga 28 Agustus mendatang. Dimana dilaksanakan kegiatan Posyandu dan BKB setiap 2 minggu sekali.

Dalam diskusi ini di sampaikan masing-masing peserta  mengenai kegiatan Best Practice berkontribusi pada penurunan stunting di KKB Condongcatur. Kamituwa Condongcatur Althovik Sofisalam pada kesempatan itu menuturkan ada penurunan stunting di wilayah Condongcatur sebesar 3,01%.

“Ada penurunan sebesar 3,01% stunting di Condongcatur,” ungkapnya.

Untuk itu, Pemkal Condongcatur berkomitmen terus menurunkan angka stunting di wilayah tersebut. Hal ini ditegaskan Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji pada kesempatan tersebut.

“Pemerintah Kalurahan Condogcatur konsent dalam percepatan penurunan stunting, yaitu dengan adanya program melalui program Dashat dengan pemberian PMT dan Uang Tali Asih  kepada Balita dan Bumil Beresiko setiap bulannya, dengan menggunakan anggaran kalurahan,” ungkap Reno.

“Masing-masing posyandu balita sebanyak 40 mendapat dana stimulan 1 juta  per tahun, pembagian alat timbang dan ukur badan antropometri,” sambungnya.

Semua itu di laksanakan dalam rangka mendukung program penurunan stunting di Kalurahan Condongcatur.