Rabu, 19 Februari 2025 dilaksanakan pertemuan Bina Keluarga Sejahtera (BKS) di Kapanewon Depok. Kegiatan ini dihadiri oleh 30 kader dari BKB, BKR, dan BKL. Narasumber dari Perwakilan BKKBN DIY Dr. Mustikaningtyas, S.Psi., MPH., Psikolog menyampaikan bahwa terdapat lima program prioritas (quick win) yaitu Taman Asuh Anak (Tamasya), Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (Genting), Gerakan Ayah Teladan (GATE), AI-SuperApps Tentang Keluarga, dan Lansia Berdaya.


Tamasya merupakan Daycare Unggul yang berkolaborasi dengan lembaga pemerintahan & swasta (Kementrian/Badan/Pemprov/Pemkot/Pemkab/Ormas/LSM). Tamasya menyediakan pengasuh tersertifikasi, psikolog anak dan dokter spesialis anak untuk laporan tumbuh kembang anak setiap bulan.
Genting merupakan program intervensi keluarga stunting untuk bantuan yang sesuai kebutuhan. Kolaborasi kader posyandu, influencer parenting psikolog anak, dokter spesialis anak, LSM, dan Pemda. Genting ini memiliki target 1 juta anak.
GATE merupakan program optimalisasi kapasitas penduduk remaja dan dewasa dalam mengoptimalkan peran ayah menjawab fenomena fatherless. Konseling pra nikah, menikah, akan dan saat memiliki anak juga dilaksanakan.
AI-SuperApps Tentang Keluarga merupakan program konsultasi problematika keluarga, merawat anak oleh psikolog anak, konselor laktasi, dan dokter spesialis anak. Layanan A-Z kesejahteraan keluarga dan Pendataan Keluarga Indonesia juga merupakan fungsi dari AI-SuperApps Tentang Keluarga.
Lansia Berdaya menyediakan homecare berbasis komunitas untuk orangtua yang tidak mendapatkan perawatan oleh anak. Bantuan untuk lansia serta pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas dan RSUD tanpa rujukan. Memberdayakan lansia sesuai kapasitas / pekerjaan yang sesuai.
Harapannya program-program tersebut dapat mewujudkan Keluarga Berkualitas, yang tentunya dapat berjalan dengan dukungan dan bantuan para kader.

