Maraknya pemberitaan mengenai kasus korban Bullying di berbagai lingkungan mulai dari sekolah hingga lingkungan bermain memerlukan perhatian khusus terutama oleh orang tua. Anak-anak sering menjadi korban bullying karena takut bicara, kurang terbuka dan hubungan yang kurang baik dengan lingkungan keluarga hingga lingkungan masyarakat. Belajar dari hal itu, orang tua dituntut untuk menjadi kreatif dalam proses tumbuh kembang anak.

Ketakutan anak untuk berbicara dan terbuka terhadap orang tua harus diperhatikan karena sifat tertutup dapat mempengaruhi pada pola Kesehatan mental dan hubungan interpersonal sang anak terhadap lingkungannya, untuk itu  pencegahan dapat dimulai sejak dini dengan beberapa tips parenting sederhana yang kami rekomendasikan

  1. Jelaskan Peentingnya Batasan Pribadi

Langkah pertama adalah dengan membantu anak memahamikonsep Batasan dan hak-hak untuk melindungi diri. Orang tua dapat menjelaskan bahwa menolak atau mengatakan tidak bukanlah hal yang salah, melainkan sebuah cara untuk melindungi diri dan sebagai bagian dari mengekspresikan perasaan.

  1. Beri Contoh Nyata

Proses belajar anak tidak hanya melalui apa yang diajarkan saja, melainkan juga melalui pengamatan sehari-hari. Tunjukkan kebiasaan tegas dalam situasi sehari-hari, misalnya menolak tawaran makanan tertentu, mengatakan tidak Ketika seseorang meminta bantuan yang tidak sanggup diberikan. Melalui hal-hal simple dalam kebiasaan sehari-hari dapat menjadi Pelajaran penting bagi anak

  1. Gunakan Kreativitas Dikemas Dalam Bentuk Permainan

Agar pesan yang disampaikan dapat diterima dan dicerna dengan baik oleh anak, gunakan kreativitas orang tua dengan mengemas pembelajaran melalui permainan atau role-playing. Seperti anda berpura-pura menjadi penjahat dan berikan peran anak sebagai pahlawan favoritnya lalu ajarkan mereka untuk melawan dengan menyenangkan. Aktivitas ini dapat meningkatkan keberanian anak untuk menolak secara aman.

  1. Berikan Pujian dan Dukungan

Setiap kali anak berhasil menggapai atau melakukan hal positif, jangan malu atau menyepelekan untuk mengapresiasi melalui pujian dan penguatan positif. Dukungan-dukungan positif dapat menumbuhkan percaya diri dan membuat anak merasa dihargai sehingga lebih yakin dalam mengambil Keputusan dan bertindak.

  1. Ajak Anak Diskusi Situasi Nyata dan Solusi

Ajak anak berbicara dan terbuka mengenai situasi yang mungkin mereka hadapi seperti tekanan atau penolakan dari berbagai lingkungan atau ajakan-ajakan ke arah negative yang berisiko. Tanyakan bagaimana mereka akan merespons lalu hindari menghakimi, berikan saran atau masukan melalui diskusi dua arah sehingga anak lebih terbuka mengenai masalahnya dan memberikan ruang bagi anak untuk belajar mengambil Keputusan yang baik.

Sebagai orang tua, kita mungkin tidak selalu bisa berada di setiap langkah anak, tetapi kita bisa membekali mereka dengan keberanian, rasa aman, dan keyakinan pada diri sendiri. Mengajarkan anak berani berkata “tidak” bukan berarti membuat mereka menjadi keras, melainkan membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang sadar akan nilai diri dan mampu melindungi dirinya dengan sehat. Dengan pendampingan yang penuh cinta, komunikasi yang terbuka, dan dukungan yang konsisten, anak akan belajar bahwa suara mereka penting, perasaan mereka valid, dan mereka tidak pernah sendirian ketika menghadapi bullying.

Kontribusi penulis : Farhana Chadijah Mahasiwi Humas UPN angkatan 2023